2013-04-19

Poligami Jabatan

Poligami adalah bahasan paling kuhindari karena terlalu berat bagiku. Tapi poligami yang satu ini benar-benar bikin aku geregetan untuk menulisnya. Tema ini sudah lama terlintas untuk kutuangkan dalam tulisan, terutama semenjak mengikuti seminar sosialisasi akreditasi tempo hari. Ceritanya berawal dari kehadiranku di sebuah seminar kependidikan yang dihadiri oleh para Kepala Sekolah dan Wakilnya. Mataku tertuju pada dua orang Bapak-bapak yang aku kenal di pertemuan-pertemuan sebelumnya. Bapak yang pertama kukenal sebagai Kepala Sekolah di sebuah SMK negeri baru di kotaku, tentu saja aku sedikit kaget mengingat sekolah tersebut tidak ada dalam daftar undangan seminar kali ini. Dalam sebuah kesempatan akupun sempat berbincang dengannya. Dari perbincangan itulah aku mengetahui bahwa Bapak tersebut datang sebagai Wakil dari sekolah swasta baru yang dikepalai juga oleh seorang PNS dari SMK negeri pertama di kotaku. Bapak yang kedua kukenal sebagai Ketua MGMP Mata pelajaran yang kuampu. Kuketahui beliau adalah seorang guru PNS dari SMK yang sama dengan Bapak-Bapak sebelumnya. Tanya punya tanya, oohhh ternyata beliau mewakili salah satu sekolah yang dikepalainya, bahkan beliau adalah Kepala sekolah di dua sekolah swasta lainnya. Ooohhhh....ternyata....

Adalagi cerita lainnya ketika aku sekali lagi mewakili pertemuan para Kepala Sekolah di SMK Negeri yang berhasil menelurkan bapak-bapak multitasking tersebut. Jam pertemuan diberitahu dimulai pukul 10. Namun sudah pukul 10 lewat sedikit koq belum juga ada yang datang? Hampir saja aku keburu sebal. Tak lama panitia rapat datang dan menelepon para Kepala Sekolah yang belum hadir, ada 5 sekolah. Aku sempat bingung, "Hah baru ditelepon? Bisa lama nih nungguin mereka datang."Begitu pikirku. Ajaib lima menit kemudian rombongan Kepala Sekolah pun datang. Ohhh ternyata mereka adalah guru-guru PNS dan honorer yang mengajar di SMK Negeri tersebut, pantas saja mereka santai dan tinggal tunggu telepon. Double job atau pekerjaan ganda kukira sudah biasa. Seorang guru PNS yang juga mengajar di swasta demi memenuhi banyak jam mengajar atau guru PNS yang kemudian menjadi Kepala Sekolah di sebuah SMK swasta atau seorang guru yang juga pedagang (seperti aku ini). Selama double job itu dilakukan diluar jam mengajar tentu tidak masalah.

Tapi hal yang kutemui ini sedikit ajaib, poligami jabatan begitulah aku menyebutnya. Sebab tidak hanya menjabat dua melainkan lebih dari dua. Jabatan Kepala Sekolah adalah jabatan yang seharusnya menuntut seseorang untuk hadir setiap hari di sekolah yang dipimpinnya. Itu jika sekolah tersebut ingin lekas maju dan profesional. Bagaimanalah bisa dilakukan dengan berpoligami seperti itu? Apalagi menjadi Kepala Sekolah di dua sekolah bahan lebih, sungguh tak habis pikir. Kesannya koq jadi maruk jabatan ya ?? Bagaimana memanajemen waktu, membagi perhatian dan berlaku adil kepada setiap sekolah yang dipimpin. Apakah ini sekedar gengsi dan uang jabatan? Jika sebuah jabatan diukur dari banyaknya uang yang diterima maka pastinya tidak akan pernah cukup. Apalagi bagi sekolah swasta dengan yayasan yang pelit dan asal-asalan dalam memberi gaji kepada Kepala Sekolah dan gurunya. Tapi bagi orang-orang yang amanah, pastinya tidak akan bisa berlaku seperti itu. Karena sebuah jabatan adalah amanah yang berat pertanggung-jawabannya. Joke atau lelucon yangs empat terlintas di benakku ialah membayangkan, suatu ketika ada rapat gabungan seluruh SMK di kotaku kemudian diabsen oleh Kepala Dinas Pendidikan, dimana terdapat oknum yang berlaku poligami jabatan seperti itu. Lucu juga kali ya, saat nama-nama SMK yang dikepalai oleh pelaku poligami jabatan disebutkan dan ternyata Kepala Sekolahnya adalah orang yang sama, lumayan bisa menghemat kursi ;) Belum lagi penghematan uang transport Kepala Sekolah, untuk tiga sekolah cukup satu sekolah saja yang mengeluarkan transport :P Tapi tidak begitu pastinya, yang ada kantong pelaku poligami jabatan itu pastinya bertambah tebal karena untuk sekali rapat dua tiga pulau terlampaui (maksudnya mengantongi tiga uang transport sekaligus :D). 

Belum sempat kutuangkan kisah poligami jabatan ini pada sebuah tulisan, eh ternyata poligami jabatan ini memang sudah dicontohkan dari pemimpin tertinggi negara ini. Ohhh, berarti poligami jabatan itu memang dibolehkan dalam negara ini. Yah mungkin memang tidak ada aturan baku untuk hal ini, tapi tetap saja harus menjadi perhatian bagi para pejabat di Departemen Pendidikan atau Pemda setempat. Mengenai aturan-aturan bagi PNS yang berpoligami seperti ini. 

No offense alias tidak ada kecemburuan dalam tulisan ini kepada mereka memiliki kesempatan meraup multijabatan dan multihonor. Ini hanyalah sekedar curhatan seorang pengamat pendidikan rendahan seperti diriku ini.

7 komentar:

  1. Sebenarnya bisa saja sih ya Mak mereka poligami jabatan, tapi masalahnya apa bisa nggak waktunya di bagi buat kesemua jabatan itu, jangan2 cuma pake nama saja?

    BalasHapus
  2. waduh br denger jabatan rangkap kepsek gitu, yg pernah kulihat adalah seorang guru yang diperbantukan di sebuah yayasan utk menjadi kepala sekolah itupun pagi2 ngajar di sekolah siangx br k yayasan tersebut krn kebetulan sekolah tsb masuk siang, trus beda kementerian satu di bawah diknas dan satu di bawah KKP, sm jg dgn temanku yg ngajar di KKP (t4ku ngajar) diperbantukan jd kepsek d SMK tp gajinya tetap di KKP cmn trima tunjangan profesi dan kepsek dr diknas, kykx gpp deh...

    BalasHapus
  3. emang negeri yang aneh. e tapi kalo pns menjabat penulis, atau bankir merangkap penulis ga poligami kan mba yah ;)

    BalasHapus
  4. ibu rumah tangga dan bekerja juga poligami bukan ? atau poliandri ? :D

    BalasHapus
  5. Innalillahi, terus gimana soal sertifikasi?

    BalasHapus
  6. @mba naqi, sertifikasi? profesionalitas gitu? wallahu'alam dehh :)
    @mba dwi aprily. Bisa dibilang double job. Pastinya ga bisa satu tubuh di dua tempat kan? Dan masih bisa minta tolong pengasuh. Termasuk juga siih..
    @windi teguh, hehehe double job, tapi kan ga tumpang tindih pekerjaan gitu. Klo kepsek di 4 sekolah, kasian tuh pas UN tar bingung mau stand by di sekolah yang mana ?? hehehe
    @aty bidam, ya khawatirnya jadi ga profesional dan cuma ingin memperbesar penghasilan aja.
    @matris, repotnya kalau ada tamu yang nyari kepsek trus ga ada melulu gmn? apalagi pas UN dimana kepsek harus stand by, kenyataannya harus bergiliran ke sekolah2 yg dikepalainya

    trims semuanya :)

    BalasHapus
  7. Baru tahu ada kepsek di lebih dari satu sekolah. Hebat .. padahal biasanya bapak2 itu single tasking lho, gak seperti perempuan bisa multi tasking :D

    Kita lihat saja nanti di hari akhir, sebisa apa pertanggungjawaban mereka ya ...

    BalasHapus

Komentar baik berupa kritik maupun apresiasi baik yang sopan amat saya nantikan, terima kasih telah singgah di blog ini :)

Share