2012-08-12

Ramadhan penuh arti


             Ramadhan selalu menjadi bulan yang berkesan bagiku. teringat pada statusku di facebook di awal Ramadhan, "Kalau saja Ramadhan tahun lalu aku tak dapat bersabar, tentu takkan bisa menikmati syukur pada Ramadhan tahun ini." Ya, itulah yang kurasakan saat ini, rasa syukur yang tiada tara. Loh, memangnya ada apa dengan Ramadhanku di tahun yang lalu? Setahun kemarin, itulah sebenar-benarnya puasa yang kujalani, sangat sederhana, khidmat, penuh kepasrahan dan banyak menahan hawa nafsu. Boleh dibilang aku sama sekali tidak punya uang untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Aku, suamiku dan kedua anak balita kami (Syahdu, 3,5th dan Nada 1,5th). Keduanya balita yang masih memerlukan asupan susu, dan mereka adalah anak-anak yang sangat gemar sekali minum susu. Honorku sebagai guru paruh waktu hanya cukup untuk membeli susu bagi keduanya. Lalu bagaimana dengan biaya hidup sehari-hari? Inilah saat-saat dimana aku menyaksikan keajaiban itu datang satu per satu dalam hidup kami. Berbekal niat sepenuh hati, kujalani Ramadhan dengan keyakinan bahwa Allah akan membukakan sedikit demi sedikit pintu-pintu rezekiNya. aku yakinkan pada suamiku yang sempat "down" setelah ditipu oleh rekan bisnisnya bahwa Allah pasti akan memberikan pertolonganNya. Aku yakin karena suamiku memiliki keahlian yang sangat memadai di bidang IT baik itu desain grafis, jaringan maupun pemrograman.     
         Kami pun mengatur strategi mengenai bisnis yang akan kami rintis sembari melamar pekerjaan sana-sini. Bisnis yang hanya bermodalkan keahlian serta laptop kesayangan kami. Bisnis dengan modal yang amat minimum. Mulailah aku menyebarkan brosur les privat komputer dan bahasa Inggris ke sekolah sepupu-sepupu kami. Kemudian menawarkan jasa pembuatan website toko online kepada teman-teman terdekat yang memiliki usaha di bidang tersebut. Alhamdulillah, usaha tersebut mendapatkan hasil. Seorang temanku mempercayakan jasa pembuatan website tokonya kepada kami (makasih ya teman). dilanjutan proyek maintenance website kantor rekanan ayahku hingga proyek pembangunan aplikasi perbankan.  Selalu saja ada rezeki yang menghampiri kami dari arah yang tak terduga. Seperti makanan yang selalu tersedia disaat sahur dan berbuka. Makanan yang tak pernah kami beli. Begitupun menjelang lebaran, aku menahan diri agar tak tergiur kebanyakan orang yang ramai membeli baju baru keperluan lebaran. Tapi tetap saja, ada baju baru bagi anak-anakku pada Lebaran itu. Begitu selanjutnya, pintu rezeki yang tadinya terbuka sedikit, kini terbuka semakin lebar. Suamiku berhasil bangkit dari keterpurukannya dan hidup kami pun berjalan normal kembali. 

           Dan tahun ini, kurasa begitu berlimpah kasih-sayangNya kepadaku. Ia sungguh memudahkan segala urusanku, urusan suamiku di tahun ini. Ia mencukupkan nikmatNya kepada kami. Tak ingin menjadi manusia yang lupa, aku pun tak sungkan untuk berbagi dengan sesama. Aku pun percaya sebanyak apapun rezeki yang disedekahkankan takkan berkurang justru akan bertambah seperti yang tertulis dalam AlQur'an Yang Mulia :

Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan ALLOH, adalah seumpama biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai berisi seratus biji. Dan ALLOH melipatgandakan (balasan) bagi siapa yang dikehendakiNYA, dan ALLOH Maha Luas karuniaNYA lagi Maha Terpuji.” (Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 261).

Ya, Allah sungguh hati ini sesak dengan rasa syukur. Penuh haru akan kebesaranMu. Terima kasih telah menemaniku sepanjang ujian ini, membimbingku agar bertambah kuat, memberiku pengalaman yang begitu berarti. Tentang  sabar, syukur dan ikhlas.
Lomba Blog Pojok Pulsa Agustus 2012

Ramadhan penuh arti

             Ramadhan selalu menjadi bulan yang berkesan bagiku. teringat pada statusku di facebook di awal Ramadhan, "Kalau saja Ramadhan tahun lalu aku tak dapat bersabar, tentu takkan bisa menikmati syukur pada Ramadhan tahun ini." Ya, itulah yang kurasakan saat ini, rasa syukur yang tiada tara. Loh, memangnya ada apa dengan Ramadhanku di tahun yang lalu? Setahun kemarin, itulah sebenar-benarnya puasa yang kujalani, sangat sederhana, khidmat, penuh kepasrahan dan banyak menahan hawa nafsu. Boleh dibilang aku sama sekali tidak punya uang untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Aku, suamiku dan kedua anak balita kami (Syahdu, 3,5th dan Nada 1,5th). Keduanya balita yang masih memerlukan asupan susu, dan mereka adalah anak-anak yang sangat gemar sekali minum susu. Honorku sebagai guru paruh waktu hanya cukup untuk membeli susu bagi keduanya. Lalu bagaimana dengan biaya hidup sehari-hari? Inilah saat-saat dimana aku menyaksikan keajaiban itu datang satu per satu dalam hidup kami. Berbekal niat sepenuh hati, kujalani Ramadhan dengan keyakinan bahwa Allah akan membukakan sedikit demi sedikit pintu-pintu rezekiNya. aku yakinkan pada suamiku yang sempat "down" setelah ditipu oleh rekan bisnisnya bahwa Allah pasti akan memberikan pertolonganNya. Aku yakin karena suamiku memiliki keahlian yang sangat memadai di bidang IT baik itu desain grafis, jaringan maupun pemrograman.     
         Kami pun mengatur strategi mengenai bisnis yang akan kami rintis sembari melamar pekerjaan sana-sini. Bisnis yang hanya bermodalkan keahlian serta laptop kesayangan kami. Bisnis dengan modal yang amat minimum. Mulailah aku menyebarkan brosur les privat komputer dan bahasa Inggris ke sekolah sepupu-sepupu kami. Kemudian menawarkan jasa pembuatan website toko online kepada teman-teman terdekat yang memiliki usaha di bidang tersebut. Alhamdulillah, usaha tersebut mendapatkan hasil. Seorang temanku mempercayakan jasa pembuatan website tokonya kepada kami (makasih ya teman). dilanjutan proyek maintenance website kantor rekanan ayahku hingga proyek pembangunan aplikasi perbankan.  Selalu saja ada rezeki yang menghampiri kami dari arah yang tak terduga. Seperti makanan yang selalu tersedia disaat sahur dan berbuka. Makanan yang tak pernah kami beli. Begitupun menjelang lebaran, aku menahan diri agar tak tergiur kebanyakan orang yang ramai membeli baju baru keperluan lebaran. Tapi tetap saja, ada baju baru bagi anak-anakku pada Lebaran itu. Begitu selanjutnya, pintu rezeki yang tadinya terbuka sedikit, kini terbuka semakin lebar. Suamiku berhasil bangkit dari keterpurukannya dan hidup kami pun berjalan normal kembali. 

           Dan tahun ini, kurasa begitu berlimpah kasih-sayangNya kepadaku. Ia sungguh memudahkan segala urusanku, urusan suamiku di tahun ini. Ia mencukupkan nikmatNya kepada kami. Tak ingin menjadi manusia yang lupa, aku pun tak sungkan untuk berbagi dengan sesama. Aku pun percaya sebanyak apapun rezeki yang disedekahkankan takkan berkurang justru akan bertambah seperti yang tertulis dalam AlQur'an Yang Mulia :

Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan ALLOH, adalah seumpama biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai berisi seratus biji. Dan ALLOH melipatgandakan (balasan) bagi siapa yang dikehendakiNYA, dan ALLOH Maha Luas karuniaNYA lagi Maha Terpuji.” (Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 261).

Ya, Allah sungguh hati ini sesak dengan rasa syukur. Penuh haru akan kebesaranMu. Terima kasih telah menemaniku sepanjang ujian ini, membimbingku agar bertambah kuat, memberiku pengalaman yang begitu berarti. Tentang  sabar, syukur dan ikhlas.


Lomba Blog Pojok Pulsa Agustus 2012

2012-08-09

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh...Terima kasih saya ucapk

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh...

Terima kasih saya ucapkan kepada teman-teman yang sudah sudi mampir ke blog sederhana ini. Blog ini memang masih sedikit isinya mengingat ini memang blog pindahan dari blog saya yang akan tergusur :) Sebenarnya duluuu sekali, lima tahun lalu sempat punya blog disini, tapi sudah lupa nama akunnya :P so, bikin aja lagi. Blog ini umumnya adalah curhatan perjalanan hidup saya, tentang kedua malaikat saya, kekasih hati juga beberapa yang ditujukan untuk lomba blog. Seluruhnya adalah pengalaman hidup dan opini saya.

Salam berbagi :)
Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh...

Terima kasih saya ucapkan kepada teman-teman yang sudah sudi mampir ke blog sederhana ini. Blog ini memang masih sedikit isinya mengingat ini memang blog pindahan dari blog saya yang akan tergusur :) Sebenarnya duluuu sekali, lima tahun lalu sempat punya blog disini, tapi sudah lupa nama akunnya :P so, bikin aja lagi. Blog ini umumnya adalah curhatan perjalanan hidup saya, tentang kedua malaikat saya, kekasih hati juga beberapa yang ditujukan untuk lomba blog. Seluruhnya adalah pengalaman hidup dan opini saya.

Salam berbagi :)

2012-08-07

Viro, Live the moments :wisata edukasi ke rumah pintar



             Rekreasi tidak melulu harus menempuh jarak yang cukup jauh dengan kisaran waktu lebih dari satu jam perjalanan. Bila di lingkungan tempat kita tinggal ternyata ada tempat rekreasi yang menarik, mengapa tidak dicoba? Seperti yang telah dilakukan para murid Taman Pendidikan AlQur’an (TPA) Al Ikhlas, Permata Duta pada Juli lalu. Anakku, Syahdu (4th,10bl) adalah salah satu murid TPA tersebut dan amat antusias mengikuti rekreasi edukatif ke Rumah Pintar.  Lokasi Rumah Pintar hanya berjarak sekitar 3 km saja dari Lingkungan tempat tinggal kami. Rumah Pintar yang berada di area KOSTRAD Cilodong adalah sebuah rumah yang berisi sentra-sentra edukasi maupun bermain bagi anak-anak usia 3-12 tahun.  Untuk dapat masuk ke dalam Rumah Pintar ini cukup dengan mendaftarkan rombongan kemudian menuliskan jadwal kunjungan sesuai dengan waktu yang tersedia. Maklum, karena kegiatan ini digratiskan, sehingga banyak TPA, TK maupun SD yang berminat melakukan kunjungan ke tempat ini.

                 Tepat pukul 8.30 kami tiba disana, murid TPA yang berjumlah 30 orang segera diatur untuk berbaris rapi. Disana ana-anak langsung dikomando oleh kakak-kakak pemandu yang bertugas disana, dan mereka adalah anggota KOSTRAD loohh...!!! Mereka sangat ramah serta mengayomi anak-anak sehingga tak merasa takut ataupun risih. Diawali dengan perkenalan para kakak pemandu dilanjutkan dengan penyegaran barulah kami diajak berkeliling lingkungan KOSTRAD sebelum memasuki area rumah Pintar
                                         
                                                  gambar 1. anak-anak sedang berbaris

               Wah ternyata di dalam KOSTRAD ini ada kebun-kebun berbagai tanaman. Sebut saja kebun pisang, singkong, kelapa, aneka palawija dan masih banyak lagi. Kemudian ada peternakan kambing juga sapi. Ada juga budidaya jamur dan kompos . Melewati pematang sawah serasa berada di daerah pedesaan yang sejuk. Tak terbayang sebelumnya jika di dalam lingkungan KOSTRAD terdapat pemandangan semacam ini. Sekitar 45 menit berjalan menyusurri kebun dan peternakan, anak-anak masih terlihat antusias dan bergembira. Celoteh riang mereka menemani sepanjang perjalanan ini.

                                             
                     gambar 2. Peternakan dan penggilingan pupuk kandang

                                                      
                             gambar 3. Kebun dengan aneka tanaman palawija

                                                                     
                                             gambar 4. Berjalan di antara empang

                  Kami-pun melepas lelah dengan  duduk-duduk di taman depan Rumah Pintar sembari menikmati makanan ringan dan minuman  yang dibagikan panitia. Wuih rasanya segar sekali minum air putih setelah lelah berjalan.  Air putih memang baik sekali untuk kesehatan, lihat saja Syahdu langsung menghabiskan satu botol penuh air yang disuguhkan.  Menurut departemen kesehatan, syarat-syarat air minum adalah tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, tidak mengandung mikroorganisme yang berbahaya, dan tidak mengandung logam berat. Seperti  Viro, air minum dalam kemasan yang dipercaya karena mutu dan kemurniannya.

                                                                                                                                              gambar 5. Rumah Pintar

                Setelah segar kembali, barulah anak-anak diizinkan masuk ke dalam Rumah Pintar.   Anak-anak yang masih kecil 3-5 tahun diajak masuk ke dalam sentra bermain yang berisi aneka mainan yang merangsang kreativitas dan imajinasi seperti puzzle dan balok kayu. Anak-anak usia 6-7 tahun diajak masuk ke dalam sentra profesi. Di dalamnya terdapat perlengkpan aneka profesi seperti perlengkapan salon, rumah sakit, menjahit, dan lain-lain. Usia yang lebih besar diarahkan ke dalam sentra laboratorium yang ada. Ada lab IPA dan Komputer. Wah anak-anak tersebut kelihatan asyik menikmati berbagia fasilitas yang ada disana. Ada juga permainan perosotan dan ayunan yang terletak di tengah ruangan.

           gambar 6. Sentra edukasi

            Sayang, karena waktu yang terbatas sehingga kegiatan harus dihentikan setelah setengah jam. Tapi, kegiatan belum berakhir. Masih ada kegiatan renang. Jadi, ada kolam renang yang cukup besar dan menarik di dalam KOSTRAD ini. Anak-anak pun bergegas menuju kolam renang sebelum hari terlampau siang dan cuaca menjadi panas. Untunglah cuaca cukup bersahabat, meski jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang, namun matahari tidak terasa terik sinarnya. Awan mendung menggelayuti langit siang itu. Kegiatan berenang merupakan kegiatan penutup dari rangkaian acara rekreasi edukatif hari ini.

                                                                                                                                                        gambar 7. Berenang

             Karena lelah dan kedinginan, anak-anak pun menyantap makan siang dengan lahap dan tentunya Viro sebagai pelega dahaga. Viro sungguh menjadi sahabat baik selama kegiatan ini berlangsung.  Ini akan menjadi momen berkesan dalam hidup anakku dan juga teman-temannya.  Mengenal alam sekaligus bermain bersama teman-teman sebaya dalam sebuah kegiatan rekreasi edukasi. Viro, Live the moments.

Ket: Tulisan ini disertakan dalam lomba ngeblog Viro, Live the moments


Viro, Live the moments :wisata edukasi ke rumah pintar



             Rekreasi tidak melulu harus menempuh jarak yang cukup jauh dengan kisaran waktu lebih dari satu jam perjalanan. Bila di lingkungan tempat kita tinggal ternyata ada tempat rekreasi yang menarik, mengapa tidak dicoba? Seperti yang telah dilakukan para murid Taman Pendidikan AlQur’an (TPA) Al Ikhlas, Permata Duta pada Juli lalu. Anakku, Syahdu (4th,10bl) adalah salah satu murid TPA tersebut dan amat antusias mengikuti rekreasi edukatif ke Rumah Pintar.  Lokasi Rumah Pintar hanya berjarak sekitar 3 km saja dari Lingkungan tempat tinggal kami. Rumah Pintar yang berada di area KOSTRAD Cilodong adalah sebuah rumah yang berisi sentra-sentra edukasi maupun bermain bagi anak-anak usia 3-12 tahun.  Untuk dapat masuk ke dalam Rumah Pintar ini cukup dengan mendaftarkan rombongan kemudian menuliskan jadwal kunjungan sesuai dengan waktu yang tersedia. Maklum, karena kegiatan ini digratiskan, sehingga banyak TPA, TK maupun SD yang berminat melakukan kunjungan ke tempat ini.

                 Tepat pukul 8.30 kami tiba disana, murid TPA yang berjumlah 30 orang segera diatur untuk berbaris rapi. Disana ana-anak langsung dikomando oleh kakak-kakak pemandu yang bertugas disana, dan mereka adalah anggota KOSTRAD loohh...!!! Mereka sangat ramah serta mengayomi anak-anak sehingga tak merasa takut ataupun risih. Diawali dengan perkenalan para kakak pemandu dilanjutkan dengan penyegaran barulah kami diajak berkeliling lingkungan KOSTRAD sebelum memasuki area rumah Pintar
                                         
                                                  gambar 1. anak-anak sedang berbaris

               Wah ternyata di dalam KOSTRAD ini ada kebun-kebun berbagai tanaman. Sebut saja kebun pisang, singkong, kelapa, aneka palawija dan masih banyak lagi. Kemudian ada peternakan kambing juga sapi. Ada juga budidaya jamur dan kompos . Melewati pematang sawah serasa berada di daerah pedesaan yang sejuk. Tak terbayang sebelumnya jika di dalam lingkungan KOSTRAD terdapat pemandangan semacam ini. Sekitar 45 menit berjalan menyusurri kebun dan peternakan, anak-anak masih terlihat antusias dan bergembira. Celoteh riang mereka menemani sepanjang perjalanan ini.

                                              
                     gambar 2. Peternakan dan penggilingan pupuk kandang

                                                       
                             gambar 3. Kebun dengan aneka tanaman palawija

                                                                      
                                             gambar 4. Berjalan di antara empang

                  Kami-pun melepas lelah dengan  duduk-duduk di taman depan Rumah Pintar sembari menikmati makanan ringan dan minuman  yang dibagikan panitia. Wuih rasanya segar sekali minum air putih setelah lelah berjalan.  Air putih memang baik sekali untuk kesehatan, lihat saja Syahdu langsung menghabiskan satu botol penuh air yang disuguhkan.  Menurut departemen kesehatan, syarat-syarat air minum adalah tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, tidak mengandung mikroorganisme yang berbahaya, dan tidak mengandung logam berat. Seperti  Viro, air minum dalam kemasan yang dipercaya karena mutu dan kemurniannya.

                                                                                                                                               gambar 5. Rumah Pintar

                Setelah segar kembali, barulah anak-anak diizinkan masuk ke dalam Rumah Pintar.   Anak-anak yang masih kecil 3-5 tahun diajak masuk ke dalam sentra bermain yang berisi aneka mainan yang merangsang kreativitas dan imajinasi seperti puzzle dan balok kayu. Anak-anak usia 6-7 tahun diajak masuk ke dalam sentra profesi. Di dalamnya terdapat perlengkpan aneka profesi seperti perlengkapan salon, rumah sakit, menjahit, dan lain-lain. Usia yang lebih besar diarahkan ke dalam sentra laboratorium yang ada. Ada lab IPA dan Komputer. Wah anak-anak tersebut kelihatan asyik menikmati berbagia fasilitas yang ada disana. Ada juga permainan perosotan dan ayunan yang terletak di tengah ruangan.

           gambar 6. Sentra edukasi

            Sayang, karena waktu yang terbatas sehingga kegiatan harus dihentikan setelah setengah jam. Tapi, kegiatan belum berakhir. Masih ada kegiatan renang. Jadi, ada kolam renang yang cukup besar dan menarik di dalam KOSTRAD ini. Anak-anak pun bergegas menuju kolam renang sebelum hari terlampau siang dan cuaca menjadi panas. Untunglah cuaca cukup bersahabat, meski jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang, namun matahari tidak terasa terik sinarnya. Awan mendung menggelayuti langit siang itu. Kegiatan berenang merupakan kegiatan penutup dari rangkaian acara rekreasi edukatif hari ini.

                                                                                                                                                         gambar 7. Berenang

             Karena lelah dan kedinginan, anak-anak pun menyantap makan siang dengan lahap dan tentunya Viro sebagai pelega dahaga. Viro sungguh menjadi sahabat baik selama kegiatan ini berlangsung.  Ini akan menjadi momen berkesan dalam hidup anakku dan juga teman-temannya.  Mengenal alam sekaligus bermain bersama teman-teman sebaya dalam sebuah kegiatan rekreasi edukasi. Viro, Live the moments.

Ket: Tulisan ini disertakan dalam lomba ngeblog Viro, Live the moments


Wanita di Era Digital : Memanfaatkan Kemudahan Teknologi


              Wanita dibalik kelembutannya tersimpan ketegaran dalam menjalani kehidupan. Menjadi wanita itu memang tidak mudah, perlu strategi khusus agar ia bisa sukses dunia dan akhirat dengan berbagai multifungsi kehidupan yang dijalaninya. Sebagai seorang ibu rumah tangga, wanita berperan sebagai istri juga ibu. Belum lagi bila wanita tersebut menjalani karir baik karir fulltime maupun part time. Entah sebagai seorang guru, dokter, perawat, polisi atau pekerja kantoran. Dalam sektor tertentu wanita memang sangat dibutuhkan, misalnya saja profesi dokter, perawat, bidan yang tentu saja sangat diperlukan. Dalam bidang lain wanita juga kerap diperlukan mengisi berbagai posisi yang ada, sehingga para wanita tersebut perlu mengatur strategi yang apik agar segala hal dalam kehidupan mereka berjalan seimbang.
                Menjadi ibu rumah tangga nyatanya bukan perkara mudah. Lebih sulit dari bekerja di kantor atau diluar rumah meski jauh lebih menyenangkan. Kalau ada yang bilang ibu rumah tangga kebanyakan adalah perempuan-perempuan penggosip yang kurang kerjaan, rasanya tidak demikian dengan ibu rumah tangga di era digital saat ini. Sebagai ibu, saya memanfaatkan teknologi dalam mengajar ana-anak di rumah. Syahdu (4y,8m) sudah mengenal huruf abjad dengan tepat sejak usia dua tahun. Awalnya saya hanya iseng saja menyajikan tayangan video belajar membaca dengan visualisasi kartun yang disertai nyanyian. Rupanya dia suka sekali dengan video itu hingga disimaknya berulang-ulang dan tanpa sadar menghapalnya.  Begitupun dengan adiknya Nada (2y,4m) juga suka melihat tayang video belajar, ia sudah mampu menghapal doa orang tua beserta artinya dengan cukup baik. Jadi, kata siapa kalau ibu rumah tangga tidak bisa berimprovisasi dan bereksplorasi di dalam rumah? Ia bisa menggunakan segenap intelektualnya guna kemajuan pendidikan anak-anak di rumah. Karena Ibu adalah guru pertama bagi sang anak, dan rumah adalah sekolahnya.

                             gambar 1. Nada sedang menyimak video mengaji                  Tidak hanya mengunduh berbagai video belajar, saya juga suka mengunduh berbagai video ceramah yang saya perlukan. Seperti Kajian fiqih, Kajian Keluarga dan lainnya. Kini mengaji tidak mesti keluar rumah yang kadang berbentrokan waktunya. Dengan fasilitas live streaming yang ditawarkan oleh radio rodja memberikan saya kemudahan dalam hal ini. Kita dapat mengunduh tulisan, audio maupun video ceramah. Fasilitas Alqur'an diinsital yang dapat diinstal di komputer pun sangat membantu saya dalam belajar mengaji khususnya dalam hal perbaikan tajwid dan makharijul huruf (pengucapan makhraj huruf yang tepat). Dengan banyaknya aktivitas yang mampu saya lakukan di rumah sehingga memberikan saya cukup waktu untuk beribadah dan dekat dengan orang-orang tersayang. Menyiapkan sarapan bagi suami sebelum berangkat adalah kewajiban yang pasti saya tunaikan. Begitupun sepulangnya ia bekerja selalu ada kami, anak-anak dan istri yang menyambutnya.

                                        gambar 2. Suami dan anak-anakku
                
             Mengajar adalah kegiatan yang pernah saya jalani semasa kuliah dulu, jadi tidak aneh jika akhirnya saya kembali ke dunia ini.  Menjadi seorang guru paruh waktu, dengan jam mengajar kurang dari 20 jam, tidak seperti menjadi karyawan yang dituntut datang setiap hari. Saya cukup hadir pada jadwal yang sudah ditentukan. Sehingga  masih banyak waktu yang bisa saya berikan bagi kedua balita tersayang.  Selain itu saya juga bisa menikmati libur panjang bersamaan dengan libur yang ditenukan oleh kalender pendidikan seperti libur semester, libur puasa juga libur lebaran. Tidak seperti pekerja kantoran yang sulit sekali untuk cuti.   Sebagai guru komputer terntu saja saya harus lebih “melek” teknologi dibanding guru siapapun. Saya pun memanfaatkan segala kemudahan yang ditawarkan oleh internet untuk pendidikan. Mengunduh berbagai sumber bahan mengajar berupa teks, audio maupun video guna menunjang pengajaran. Dalam mengajar pun saya tidak melulu melakukan metode ceramah. Notebook dan LCD infocus adalah salah satu sarana yang kerap saya gunakan untuk menampilkan bahan ajar yang hendak saya sampaikan. Tentunya dengan tampilan yang lebih menarik dengan memolesnya terlebih dahulu menggunakan software presentasi maupun manipulasi gambar.  Suasana belajar jadi lebih menarik karena semua kelengkapan teknologi tersebut. Peralatan modern yang belum dapat dimiliki sekolah sebagai aset dapat saya tampilkan dengan metode demonstrasi ini meski hanya melalui gambar.  Dan untuk inilah teknologi diciptakan, untuk memudahkan percepatan proses transformasi pendidikan.

              
  gambar 3. Saya bersama murid di sekolah SMK Walisongo 2 Depok
           
          Menulis adalah salah satu hobiku.  Saya sudah suka sekali menulis sejak duduk di bangku Sekolah Dasar.. Mengarang cerita, berpuisi juga menulis pantun. Hobi ini sempat membawaku menjadi juara pada dua lomba karya tulis ilmiah semasa SMA. Dilanjutkan saat kuliah aku berkesempatan menjadi kolumnis di sebuah majalah komputer, sesuai dengan jurusan yang kutempuh saat kuliah. Sayangnya hobi ini sempat terhenti bersamaan dengan selesainya kuliah sarjana. Baru kemudian setelah facebook mendunia, aku kembali pada hobiku ini. Berawal dari sekedar iseng mengikuti audisi menulis yang diadakan berbagai even,  ternyata ada satu-dua karyaku yang lolos dan dibukukan dalam sebuah buku antologi. Yaitu buku yang mengusung sebuah tema namun terdiri atas banyak kisah dari banyak kontributor. Kebanyakan kisah-kisah yang kutulis seputar kisah tumbuh kembang anak-anakku, kisah rumah tangga dan hal-hal lainnya yang kutemui dalam keseharianku. Dari situ saya mengikuti beberapa grup menulis dan makin banyak mengikuti berbagai audisi. Tentu saja semua itu dilakukan di sela-sela waktu luangku. Biasanya di malam hari setelah kedua malaikatku tertidur, saat itulah saya bisa menulis. Sebab, seperti yang telah kujelaskan sebelumnya, keduanya anak yang aktif. Apalagi sulungku sudah bisa mengoperasikan laptop sehingga suka sekali menggangguku yang sedang berasyik –masuk di depan laptop.  Diantara hadiah yang pernah kudapatkan dari mengikuti lomba menulis adalah voucher belanja, berbagai souvenir, paket buku, pulsa juga uang. Kegiatan ini cukup mengasyikkan, sehingga facebook tidak sekedar sebagai sampah status belaka namun lebih dari itu sebagai media informasi bagi berbagai lomba menarik. Banyak sekali lomba maupun kuis yang bisa diikuti via facebook. Saking banyaknya aku sampai terlewat beberapa lomba karena tidak bisa memenuhi dateline waktu yang disediakan.

          Hobi lainku adalah berdagang. Bakat ini kutemukan secara tidak sengaja setelah dipaksa ibuku menjual barang dagangan miliknya. Karena terpaksa, aku sama sekali tidak mengambil untung. Aku hanya sekedar membantu ibuku demi menyenangkan hatinya. Sasaran pembeliku adalah rekan-rekan guru di sekolah. Ternyata mereka memberikan respon yang cukup baik.  Hal ini membuatku ketagihan berdagang. Dimulai berdagang secara offline, kini aku mencoba peruntungan sebagai pedagang online. Berbekal pengalaman dari seorang sahabat yang sudah terlebih dahulu di bidang ini, akupun mencoba peruntunganku. Beriklan di beberapa grup dagang yang ada di facebook, pembeli pun berdatangan via message di inboxku. Tak terasa berpuluh-puluh paket sudah kukirim selama tiga bulan ini.  Kecanggihan teknologi di era digital sungguh membantuku dalam urusan berdagang. Berbekal  handphone kamera dengan fasilitas selayaknya software messenger sehingga mampu melakukan aktivitas chatting dan mengiriman gambar dengan mudah. Semua dilakukan tanpa ribet dan cepat. Kapanpun dan dimananpun, aktivitas mobile ini dapat dilakukan dengan syarat pulsa yang mencukupi.
                                                         gambar 4. Aneka barang daganganku

                                        
                                                             gambar 5. Bazaarku di Masjid

            Bekerja di rumah ataupun di luar rumah, sebagai seorang wanita tetaplah harus menjaga penampilan. Dalam hal ini kebersihan badan, kerapihan dalam berpakaian adalah yang utama. Meskipun di rumah bukan berarti harus memakai daster melulu, anak-anak pun akan merasa bangga bila memiliki ibu yang tampil cantik dan menawan. Karena di mata mereka sang  Ibu-lah wanita tercantik. Apalagi bila suami ada di rumah, sudah selayaknya kita bersolek secantik mungkin di hadapannya. Karena diluar sana, di sepanjang perjalanan ia menuju tempatnya bekerja, ada ribuan wanita cantik nan seksi yang mampu menggoda imannya. Maka menyempatkan diri ke salon sebulan sekali adalah hal wajib yang saya lakukan demi menjaga kebugaran wajah dan anggota tubuh lainnya. Setidaknya membersihkan wajah setiap hari agar tidak kusam patutlah dilakukan di rumah. Kita pun lebih percaya diri bila berhadapan dengan orang lain, baik tetangga, saudara maupun kerabat lainnya. Diiringi dengan kecantikan lahiriah yang datang dari hati yang tulus mencintai keluarga, keikhlasan dalam menjalani hidup serta rasa sabar dan syukur dalam menghadapi segala sesuatu. Karena doa istri adalah kekuatan bagi suami dalam mencari nafkah, begitupun doa seorang ibu bagi anak-anaknya bagaikan nutrisi bergizi bagi ruhani mereka.
                                                  gambar 6. saya bersama kedua malaikat kecilku                             


                                                     gambar 7. Saya bersama suami tercinta

                Pendek kata, ada banyak hal yang dapat dilakukan wanita di era digital ini.  Berbagai kegiatan yang telah saya lakukan di atas hanyalah sebagian kecil dari yang mampu dilakukan oleh banyak wanita lainnya. Meskipun begitu kita harus memiliki filter terhadapa hal-hal buruk yang menyertai kecanggihan teknologi tersebut. Seperti penawaran kerja online menggiurkan namun berujung penipuan, pornografi, perselingkuhan di dunia maya dan lain sebagainya. Hendaknya kita mampu memilah dan memilih yang baik dari yang buruk sehingga teknologi benar-benar bermanfaat bagi kemudahan dalam hidup kita.


Ket: Tulisan ini disertakan untuk lomba Fastron Blogging Challenge

    
 
Share