2016-06-13

Khadijah Ada Karena Muhammad Disampingnya



Berapa banyak suami yang menginginkan (atau menuntut) istrinya seperti Khadijah? Banyak.  Tapi berapa banyak dari para suami itu yang memperlakukan istriya sebagaimana Muhammad memperlakukan Khadijah? Jawab saja dalam hati.

Khadijah memilih Muhammad sebagai pendamping hidupnya karena akhlaknya yang mulia. Tak perlu diragukan lagi, bahkan seluruh suku Quraisy dan bangsa arab tahu bagaimana akhlak Muhammad. Seorang lelaki yang diberi gelar Al Amin karena selama hidupnya selalu berkata jujur. Seorang pemuda yang ulet bekerja mulai dari menggembala kambing hingga berdagang. Semua dilakukannya dengan tekun, tanpa mengeluh dan kerja keras sehingga membuahkan kesuksesan. 

Muhammad menerima pinangan Khadijah untuk menjadi suaminya karena Muhammad tahu dan seluruh suku Quraisy tahu ketinggian budi pekerti perempuan yang dijuluki ath-Thahirah, yang suci.  Seorang perempuan pengusaha kaya raya yang mandiri dan sukses di zamannya. 

 

Mengapa Muhammad tidak memilih menikah dengan gadis muda yang masih malu-malu dan sederhana? Mengapa bukan profil seperti itu yang dipilihkan Allah sebagai pendamping Muhammad Sang Nabi?

 

Jawabnya ada pada kisah selanjutnya, episode demi episode rumah tangga yang harus dilalui dua insan pilihan Illahi. Khadijah dengan kekayaan dan kepribadiannya mampu meneguhkan serta menguatkan perjuangan dakwah suaminya, Rasulullah shallallahuálayhi wasallam. Darinya terlahir putra-putri yang turut mendukung perjuangan dakwah ayahnya. Pengorbanan Khadijah yang luar biasa itu membuat Rasulullah tidak memapu melupakannya meski ia telah tiada dan beristrikan Aisyah yang muda, cantik dan cerdas. Aisyah pernah berkata: “Aku tidak pernah merasa cemburu terhadap istri-istri Nabi melebihi kecemburuanku terhadap Khadijah. Padahal aku belum pernah berjumpa dengannya. Biasanya ketika beliau menyembelih kambing, beliau memerintakan: “bagikanlah daging kambing ini kepada teman-teman Khadijah“. Suatu hari, kecemburuanku membuat beliau marah. Kataku, “Khadijah?” beliau lalu mengatakan, “Aku dikaruniai rasa cinta kepadanya” (HR Al Bukhari 3818, Muslim 2435). 

 

 Selepas menikah dan memiliki anak-anak, Khadijah memutuskan untuk mempercayakan seluruh usahanya pada sang suami, Muhammad Rasulullah. Khadijah percaya penuh pada suaminya karena Muhammad telah memperlihatkan kesungguhan dan tanggung jawabnya. Muhammad pun tak merasa risih menikahi seorang perempuan kaya ternama seantero Mekkah. Karena Muhammad memiliki kemampuan untuk mengelola usaha dagang milik istrinya sehingga dapat berkembang lebih baik dari sebelumnya. Muhammad sebagai seorang suami, seorang kepala keluarga telah menunjukkan profilnya sebagai seorang suami dan ayahnya yang dapat dijadikan teladan bagi seluruh umat di muka bumi. Pendeknya, Muhammad tak menyia-nyiakan kepercayaan Khadijah yang telah memilihnya sebagai suami diantara seluruh lelaki terkemuka di Mekkah. Selama dua puluh lima tahun menjalani rumah tangga Muhammad telah menjadi sosok kepala keluarga yang mengayomi istri dan anak-anaknya. Sehingga Khadijah pun merasa tenteram berada di rumahnya mengurus putra-putrinya sepenuh hati. Tak perlu mengkhawatirkan apapun persoalan dunia. Semua yang dikorbankan oleh Khadijah berupa harta benda untuk perjuangan dakwah tak pernah sia-sia bahkan berbuah hadiah istana di syurga. Abu Hurairah ra., dia berkata :"Jibril datang kepada Nabi SAW, lalu berkata :"Wahai, Rasulullah, ini Khadijah telah datang membawa sebuah wadah berisi kuah, makanan atau minuman. Apabila dia datang kepadamu, sampaikan kepadanya salam dari Tuhannya dan beritahukan kepadanya tentang sebuah rumah di syurga, (terbuat) dari mutiara yang tiada suara ribut di dalamnya dan tiada kepayahan." (Shahih Bukhari, Bab Perkawinan Nabi SAW dengan Khadijah dan Keutamaannya, 1/539).

 

Khadijah dan Muhammad adalah kisah tentang kesempurnaan yang tidak ada di dongeng cinta manapun juga. Kisahnya adalah kebenaran yang dapat dijadikan teladan bagi seluruh pasangan suami istri yang hendak meraih jannahNya. Khadijah ada karena Muhammad disampingnya. Muhammad yang memberikannya rasa tenteram, Muhammad yang selalu menunjukkan akhlak mulia. Begitupun Muhammad merasa tenteram disamping Khadijah yang selalu menguatkannya di kala lemah dan bimbang. Karena Khadijah mengenal, memahami dan mempercayai suaminya tersebut yang tak pernah memperlihatkan perangai buruk meski hanya sekali.  

 

Sehingga jika seorang suami merasa istrinya tidak dapat meneladani Khadijah, tanyakan pada diri sudahkah meneladani Muhammad sebagai seorang suami? Jika belum, maka berusahalah meneladani Muhammad dengan sebaik-baiknya dan bersabarlah dalam mendidik istri untuk meneladani Khadijah. Karena dakwah dapat diterima dengan ilmu dan kesabaran. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak” (QS an-Nisaa’: 19).

 

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Berwasiatlah untuk berbuat baik kepada kaum wanita, karena sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk (yang bengkok), dan bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah yang paling atas, maka jika kamu meluruskannya (berarti) kamu mematahkannya, dan kalau kamu membiarkannya maka dia akan terus bemgkok, maka berwasiatlah (untuk berbuat baik) kepada kaum wanita”.  HR al-Bukhari (no. 3153) dan Muslim (no. 1468).

 

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Janganlah seorang lelaki beriman membenci seorang wanita beriman, kalau dia tidak menyukai satu akhlaknya, maka dia akan meridhai/menyukai akhlaknya yang lain”. HR Muslim (no. 1469).

 

Dan syarat menjadi seorang suami yang baik hanya 1 (Satu) yaitu: bertakwa kepada Allah. Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar (dalam semua masalah yang dihadapinya), dan memberinya rezki dari arah yang tidak disangka-sangkanya(QS. ath-Thalaaq:2-3).

 

Sudahkah suami benar-benar bertaqwa? Menjaga sholat 5 waktu yang wajib, menunaikan sholat berjamaah dimasjid, dan menjalankan rukun iman serta ibadah sunnah dan kewajiban lainnya. Jika sudah maka tiada doá yang lebih indah selain doa yang terdapat dalam surat Al Furqon yang artinya:

Dan orang-orang yang berkata:

رَبَّنَاهَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَإِمَامًا 

“Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati (kami), dan jadikanlah kami imam (panutan) bagi orang-orang yang bertakwa” (QS al-Furqaan: 74).

 

(sebuah renungan di awal Ramadhan, 9 Ramadhan 1437H)

 

2016-02-10

Kriteria Buku Anak yang Aku (dan anakku) Sukai

Yeeyyy ada giveaway lagi nih... giveaway peluncuran buku baru. Tapi yang ini istimewa karena penulisnya aku kenal semua dooong... dari grup BAW Community. Sewaktu kecil dulu, sekitar usia tujuh tahunan, aku sudah suka sekali membaca buku-buku misteri begini. Terutama kisah-kisah detektif. Acapkali ke toko buku pasti yang dicari lebih dulu itu buku yang berbau-bau misteri, ceritanya mau bergaya detektif nih.  

Baca-baca judul dari cernak yang ada di buku ini kok malah aku yang penasaran ya ceritanya kayak apa? Hehehe... Biasanya, dulu itu kalau ada buku yang isinya kumpulan cerita gitu aku milih dari judul yang paling bikin penasaran dulu. Nah yang paling bikin aku penasaran itu diantaranya ada Jejak kaki Misterius yang ditulis mba Riawani, kira-kira kakinya siapa ya? Trus, Buku Pintar yang Hilang karya Kayla Mubara, buku pintar apakah dan milik siapakah ituuu? Dan yang ketiga cerita dengan judul Pencuri Berlonceng karya Erlita Pratiwi, mengapa pencuri itu berlonceng? Bukannya nanti malah mudah ketahuan ya? Yang lain juga bikin penasaran tapi kira-kira itulah urutan cerita yang ingin aku baca lebih dulu kalau sudah punya bukunya. Loh kok aku sih yang baca, ini kan buku anak-anak? Hehehe gak apa-apa ya ... sehabis bundanya baru deh anakku boleh baca. 

Anakku Syahdu sudah kelas 3 SD meskipun dia cukup aktif dan hobi main sepeda tapi kalau sudah membaca buku serius sekali wajahnya. Terbukti 1 set buku seri pengetahuan dari Grolier lahap dibacanya. Buku itu berisi tentang pengetahuan alam, pengetahuan sosial dan pengetahuan umum yang dikemas agar dapat dinikmati anak-anak. Dilengkapi dengan gambar-gambar yang mendukung sehingga disukai anak. seri yang paling disukai Syahdu yaitu tentang Dinosaurus, halamannya sampai lecek karena bolak-balik dibacanya. Dia hapal loh macam-macam dinosaurus, bundanya kalah deh.

Buku kisah Nabi-nabi, sahabat nabi dan pengetahuan agama lainnya juga menjadi salah satu buku bacaan yang paling banyak ada di rak buku. Kisah-kisah ini diharapkan mampu menjadi motivasi bagi anakku untuk bisa meneladani para teladan terbaik dan agar mengenalkan mereka dengan idola sesungguhnya. Buku cerita hiburan seperti fabel dan cerita anak tentunya harus disortir terlebih dahulu agar tidak kecolongan. Muatan di dalamnya harus aman dari hal-hal negatif yang sekiranya dapat ditiru anak. Menghibur saja cukup, meng-edukasi jauh lebih baik. Misalnya bacaan yang mengajarkan anak agar berbicara jujur, rajin belajar atau suka menolong. Singkatnya, kriteria buku anak yang kupilihkan dan disukai anak-anakku ialah:


  1. Buku yang memiliki muatan positif baik itu buku Islami maupun buku umum.
  2. Jika itu buku islami, harus dipastikan bersumber dari sumber yang shahih. 
  3. Ada gambar yang menarik, meski tidak selalu fullcolor.
  4. Ukuran hurufnya agak besar (14pt) sehingga memudahkan untuk dibaca.
  5. Covernya menarik, tapi untuk buku Islami tidak selalu juga menjadi alasan.
  6. Harganya terjangkau. Yah tergantung isi dompet juga sih, kalau budgetnya memadai untuk beli yang mahal berkualitas bisa juga dibeli. Kalaui pas-pasan yang cari judul serupa dengan harga lebih murah. Yang penting kan isinya ;)


Yang pasti semua buku untuk anak-anak harus kubaca terlebih dahulu. Jaman sekarang banyak buku yang aneh-aneh kan, gambarnya untuk anak tapi isinya tidak sesuai. Jadi, harus cermat milihnya dan sesuai dengan budget. 

Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Jejak Kaki Misterius

2016-01-31

Yang Terindah di Masa SMA

Aku  sudah meninggalkan bangku SMA sejak tahun 2001 yaitu lima belas tahun yang lalu. Wah jadi malu  nih sama umur (xixixi). Tapi kenangannya masih berbekas hingga saat ini. Banyak sekali nostalgia di masa-masa itu yang baik maupun yang buruk semuanya bisa bikin mesem-mesem sendiri mengingatnya (ahayyy). Nah yang indah-indah bolehlah disharing disini, kalau yang sekiranya ga enak biarlah jadi kenangan saja ga perlu juga diingat-ingat lagi. Masa SMA itu masa yang banyak sekali cerita di dalamnya. Karena itulah aku bagi-bagi kenangan tersebut berdasarkan latar belakang kisahnya. Cieee... yuk mari disimak.  

Kenangan religius

Keinginan untuk mengenakan jilbab sudah pernah melintas di benak sejak kelas 6 SD waktu itu terdorong oleh ceramah dari ustadz. Tapi realisasinya baru bisa dijalani selepas kegiatan pesantren kilat pada tahun pertama SMA.  Selama tiga hari mengikuti pesantren kilat banyak pertanyaan yang kulontarkan kepada kakak pembimbing maupun ustadz penceramah. Alhamdulillah Allah memberikan hidayah dan kemantapan dalam hatiku untuk langsung berjilbab. 

Hatiku sempat takut dan ragu bila orang tuaku tidak mengizinkan. Ibuku bilang, “yang penting hatimu baik.”  Alih-alih berdiplomasi aku malah menangis sesenggukan supaya dibolehkan berjilbab. Bahkan ketika ibuku bertanya besok pakai seragam apa, dengan tegas aku menjawab, “pinjam sama mba Ika saja ma.” Mba Ika adalah tetanggaku yang bersekolah di madrasah aliyah sehingga dia pasti memiliki baju seragam panjang. Jadilah aku menggunakan baju seragam pinjaman yang pastinya bukan baju baru dan bagus. Tapi tekad di hatiku sudah kuat sehingga melupakan rasa malu. Hingga kini aku sangat bersyukur telah mendapatkan hidayah itu sejak di awal remaja.


Kenangan organisasi

Semenjak berjilbab aktivitasku malah semakin banyak. Aku termasuk siswi yang suka berorganisasi. Aku mengikuti lima ekskul sekaligus meski akhirnya aku harus memilih dan menyisakan tiga ekskul saja. Aktif di ekskul membawaku pada aktivitas lain sebagai pengurus OSIS. Pada tahun kedua di SMA aku terpilih menjadi salah satu dari lima kandidat calon Ketua OSIS, akhirnya aku terpilih sebagai sekretaris umum OSIS. Kegiatanku semakin padat.

Tahun itu kami berencana membuat acara akbar satu dasawarsa SMA. Setiap ekskul menyumbang satu kegiatan yang dimasukkan ke dalam satu rangkaian acara. Sebut saja acara lomba paskibra, cerdas cermat islami, donor darah dan festival band. Kegiatan ini memerlukan banyak biaya pastinya, sehingga aku dan teman-teman harus meluangkan waktu untuk mencari sponsor ke perusahaan-perusahaan yang mungkin dapat mendanai acara kami. Syukurlah kegiatan ini berjalan dengan sukses.


Kenangan prestasi

Kebiasaan mengetik proposal OSIS, tugas utamaku sebagai seorang sekretaris OSIS membawaku pada prestasi lainnya. Pada suatu kesempatan, guruku meminta kami untuk mengikuti sebuah lomba karya tulis ilmiah yang diadakan oleh Pemerintah Kotif Depok (waktu itu belum jadi Kota Depok). Sepuluh orang mengirimkan karyanya termasuk diriku. Pada hari pengumuman lomba kami diajak untuk menghadiri acara yang dihadiri bapak Walikota. Tanpa dinyana, sesampainya disana, seorang panitia bertanya, “Dari sekolah mana? Yang namanya Vina yang mana?” Wow, ternyata aku menjadi salah satu pemenang. Dan lebih terkejut lagi saat MC menyebutkan bahwa akulah yang meraih juara pertama lomba tersebut. Surprise! Guruku juga tak kalah kagetnya. Beliau tak menyangka jika salah satu anak didiknya mampu meraih juara. Saat itu benar-benar saat paling berkesan, untuk pertama kalinya aku mendapat prestasi bergengsi, bisa salaman dengan walikota dan diliput media se-Kota Depok. Bahkan Pak RW serta Pak RT tempatku tinggal ikut senang karena tetangganya menang lomba. Alhamdulillah.
Gedung SMAN 3 Depok tercinta

Selain lomba ini aku juga berhasil meraih juara pertama lomba karya tulis ilmiah bidang Kimia yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik dan Gas Petrokimia UI. Untuk pertama kalinya melakukan presentasi karya tulis di depan dosen dan mahasiswa UI. Menjadi tim yang tidak diunggulkan (karena tidak ternama) hingga akhirnya membawa pulang kemenangan. Tak hanya itu, SMA-ku yang sebelumnya tidak mendapat undangan penerimaan mahasiswa UI jalur khusus, sejak saat itu dikirimi undangan tersebut. Yah, meski aku tidak bisa masuk kesana (UI) namun guru-guruku selalu mengingat hal itu. Alhamdulillah.

Salah seorang guru pembimbingku, namanya Pak Yusuf Sufendi (Semoga Allah merahmati beliau) mewawancaraiku untuk sebuah keperluan. Di akhir wawancara beliau berkata, “Bapak yakin kelak kamu akan menjadi seorang penulis.” Aku langsung mengernyitkan dahi, sesuatu yang tak pernah aku pikirkan. Tetapi guruku itu terus menyatakan hal tersebut. Aku harus berterima kasih kepadanya, nyatanya aku berhasil menerbitkan sebuah buku (duet) dan beberapa buku antologi.
Teman-temanku Rohis angkatan 2001

Pada masa SMA ini juga dihiasi dengan persahabatan juga cinta monyet. Aha! Cinta monyet yang cuma jadi masa lalu. Namanya juga remaja pasti pernah jatuh cinta ya. Tapi kalau sekarang ya cintanya cuma sama suamiku saja dong. Persahabatan yang kutemui di SMA hingga kini masih terjalin dengan baik. Salah satunya ada jeng Yohana yang kantornya berseberangan dengan kantorku, jeng Nenden yang suaminya sekantor sama suamiku dan lain-lain. Dan semua kenangan itu menjadi sesuatu yang berharga bagiku.


Itulah sebagian dari kisahku di masa SMA, yang sayang sekali aku tidak menyimpan dokumentasi dari kejadian-kejadian penting tersebut. Ada sih, tapi susah nyarinya, maklum sudah beberapa kali pindahan rumah. Jadi pakai dokumentasi seadanya yaa...Sharing dong nostalgia kamu.


Tulisan ini diikutsertakan pada GiveAway Nostalgia Putih Abu yang diselenggarakan oleh ArinaMabruroh.

2016-01-25

Semangat Wirausaha SMK Walisongo 2 Depok

Wirausaha adalah salah satu mata pelajaran yang juga diajarkan di SMK Walisongo 2 Depok tempatku mengajar. Tak hanya didukung oleh Guru Wirausaha tapi juga banyak guru lainnya. Yup, karena aku dan temanku juga berkutat di bidang usaha. Wirausaha yang kujalani ialah berdagang secara online sedangkan temanku malah memiliki usaha yang berasal dari kreativitasnya. Diantara kreativitas dari temanku itu ialah membuat bros cantik dari bahan sisa, pohon hias, bunga hias dan masih banyak lagi. Namanya Bu Nurzaenah, ia mengajar Bahasa Indonesia sekaligus seni budaya. Untuk mata pelajaran Kewirausahaan seringkali bersinergi dengan guru terkait lainnya. Siswa membuat suatu karya seni yang sudah diajarkan kemudian menjualnya. Mereka bisa menjualnya secara online melalui fanpage FB Butik Walisongo dan juga secara offline. Sekolah juga menyediakan kegiatan bazaar siswa pada saat kegiatan besar mengundang masyarakat.



Kreasi siswa SMK Walisongo 2 Depok (dok.pri)


Kami membuat tim kecil yang terdiri dari berbagai posisi diantaranya Direktur, Manajer hingga staf layaknya sebuah perusahaan. Posisi Direktur diisi oleh para guru yang berkompeten sedangkan Manajerr diisi oleh para siswa yang ditunjuk karena kemampuannya memimpin teman-temannya. Ini dimaksudkan agar siswa terpacu semangatnya berlomba-lomba untuk bisa sampai ke posisi manajer.Dengan begitu para siswa dapat merasakan sebagian kecil dari kegiatan dari perusahaan yang dikelola sendiri.

Bazaar yang diikuti siswa (dok.pri)
Barang-barang yang dijual di sekolah berupa alat tulis keperluan siswa dan guru, hasil karya seni berupa bros, kerudung, peniti hias, gantungan kunci. Sedangkan untuk keperluan bazaar atau pameran yang diadakan setahun sekali. Ada bunga hias, pohon hias dan tas daur ulang. SMK Walisongo 2 Depok juga dipercaya oleh Dinas Pendidikan Kota Depok sebagai peserta Epitech 2015 yang diadakan oleh Pemerintah Jawa Barat. Epitech yaitu kegiatan yang menampilkan karya-karya unggulan siswa SMK. Alhamdulillah hasilnya cukup memuaskan.

Tak hanya memproduksi barang dan menjualnya, mereka juga menyusun laporan keuangannya sendiri. Seringkali siswa diminta menghitung sejumlah angka-angka dari perusahaan yang mereka tidak tahu. Dengan menghitung hasil penjualan dari hasil kerja sendiri diharapkan mereka menjadi lebih bersemangat dan aplikatif dalam belajar akuntansi. Sisi positif lainnya siswa memiliki pengalaman kerja dan dapat mengetahui posisi pekerjaan yang lebih disukai dan sesuai dengan bakat serta minatnya.

Selain kegiatan Unit Usaha, siswa juga melakukan wirausaha individu. Setiap hari mereka bergiliran berjualan apapun yang mereka inginkan. Ada yang berjualan kue, ada yang berjualan aksesoris dan lain-lain. Dengan begitu setiap siswa memiliki pengalaman melakukan usaha atau berdagang. Ada yang menghasilkan banyak keuntungan ada juga yang merugi. Dari pengalaman tersebut mereka belajar memilih barang dagangan yang diminati sesuai dengan sasaran pembelinya.


Hanya saja ada kelemahan dari kegiatan Unit Usaha, karena siswa yang bekerja bergantian agar tidak mengganggu pelajaran, sehingga guru harus senantiasa sabar dalam mengajari siswa dan mengecek kegiatan mereka. Untunglah sekolah tidak terlalu memperhatikan sisi keuntungan dari kegiatan ini. Karena tujuan diadakan kegiatan ini semata-mata sebagai pengalaman belajar mereka.  

Maju terus wirausaha SMK! SMK BISA!!!


“Tulisan ini diikutkan dalam Giveaway Semua Tentang Wirausaha yang diselenggarakan oleh Suzie Icus dan Siswa Wirausaha

2016-01-19

Asyiknya Bermain Tali Karet


Mungkin ini yang dinamakan pucuk dicinta ulampun tiba. Baru semalam aku menemani Syahdu belajar tema olahraga tradisional dan permainan tradisional eh nemu GA yang tema-nya menceritakan permainan tradisional yang disukai. Untungnya lagi di kantor belum ada kerjaan, bosnya lagi sibuk rapat. Yah daripada bengong gak jelas mending blogwalking. Sambil menyelam minum air deh, abis blogwalking malah nemu banyak GA. 

Jaman kita kecil dulu kayaknya lebih rame yang permainannya. Aku ingat habis asar atau habis magrib main aneka permainan semacam congklak, bola bekel, lompat karet, ular naga, galasin juga benteng. Semua permainan itu pernah aku lakukan dulu bersama teman-teman masa kecilku terutama saat masih usia SD. Di sekolah (SD) juga kalau lagi istirahat permainan yang dimainkan ya itu tadi. Beda banget ya sama anak jaman sekarang yang lebih suka nonton tv, main game dan main PS. 

Permainan yang paling aku sukai adalah main lompat karet. Aku dan teman-teman mengumpulkan karet-karet kemudian menyatukanya sehingga menjadi sebuah tali yang cukup panjang untuk kami bisa mainkan. Supaya tidak cepat putus kami membuatnya berlapis bisa dobel dua karet bisa juga tiga karet. Semakin kuat dan panjang tentunya semakin bagus. Ada dua versi main tali karet yaitu:


  1. Tali karet direntangkan tiap ujungnya dipegang oleh satu orang. Tali karet direntangkan bertingkat.  Mulai dari setinggi betis penjaga, dengkul, pinggang, dada, telinga, kepala hingga satu jengkal di atas kepala. Setelah itu tim yang bermain melompati tali karet tersebut tanpa mengenai sedikitpun tali itu. Jika sampai menyenggol sedikit saja itu artinya harus bergantian menjadi penjaga.  Ini dilakukan hingga tali karet setinggi pinggang yang menjaga. Jika tali karet sudah di atas pinggang maka yang dilakukan ialah melompatinya dengan gaya tertentu. Ada yang melilitkan di kaki pemain sehingga kemudian pemain bisa berpindah ke sisi sebelah. Awas jangan sampai tali karet terlepas dari kaki sementara pemain masih berada pada sisi sebelumnya. Jika terjadi seperti itu maka pemain dianggap kalah dan menjadi penjaga. Permainan akan berakhir jika sudah ada pemain yang berhasil melalui tahap akhir permainan yaitu tali karet berada di atas kepala atau satu jengkal di atas kepala tergantung perjanjian.
    main karet, sumber disini
  2. Tali karet dipegang ujungnya masing-masing  oleh satu orang kemudian pemain berdiri di samping tali  diantara dua pemegang tali. Pemain bersiap melompat jika tali sudah diputar, awas jangan sampai terbelit di kaki pemain. Jika sampai terbelit maka permainan terhenti dan pemain dianggap kalah. Lompatan disepakati untuk 3, 5, 10 hitungan. Permainan ini memerlukan fisik yang bagus. Melatih kegiatan motorik anak. Makanya anak-anak yang gesit dan tinggi lebih disukai menjadi anggota tim.

 Dulu aku termasuk yang lumayan jago main karet, yah meski kadang kalah sama anak yang lebih tinggi dan gesit. Tapi setidaknya aku gak malu-maluin dulu. Maunya sih ngajarin anak-anak untuk main permainan ini bareng anak-anak tetangga. Tapi ngumpulin karetnya lama juga ya sampai kelupaan. Syukurlah ada pelajaran tentang permainan tradisional anak-anak dari sekolah. Jadi setidaknya mereka bisa memainkan dan mengetahui macam-macam permainan bukan cuma game dan game.

"Tulisan ini diikutkan dalam Giveaway Permainan Masa Kecil yang diselenggarakan oleh Mama Calvin dan Bunda Salfa

 

2016-01-11

Membeli pahala




Siapa sih yang tidak mau masuk surga? Semua orang bahkan yang malas beribadah sekalipun pasti maunya masuk surga. Nah kalau mau masuk surga berarti kita harus banyak ngumpulin pahala di dunia. Karena kalau sudah lepas dari dunia alias sudah meninggal maka tidak lagi bisa mencari pahala.


Jangan sampai kita menjadi orang yang merugi saat dhisab nanti kemudian berpikir menyogok malaikat supaya nambahin catatan amal kita karena itu tidak mungkin bisa terjadi. Atau karena kemalasan kita beribadah kemudian menyewa orang untuk melakukan ibadah seperti sholat, puasa dan haji atas nama diri kita. Itu juga tidak akan diterima oleh Allah.


Tapi kita bisa membeli pahala dengan cara lain. Gimana? Yaitu dengan mendidik dan membesarkan anak-anak sehingga menjadi hamba Allah yang shalih dan shalihah. Karena hanya doa anak-anak yang shalih yang dapat terus mengalir pahalanya ke dalam alam kubur setelah kita meninggal nanti. 


Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, atau doa anak yang shalih.” (HR. Muslim no. 1631).


Dan tidak hanya do’a dari anak yang shalih, bahkan amal perbuatan dari anak yang shalih tersebut juga dapat terus mengalir sebagai pahala di sisi Allah subahanahu wata’ala.


 Sesungguhnya yang paling baik dari makanan seseorang adalah hasil jerih payahnya sendiri. Dan anak merupakan hasil jerih payah orang tua. (HR. Abu Daud no. 3528, An-Nasa’i dalam Al-Kubra 4: 4, 6043, Tirmidzi no. 1358, dan Ibnu Majah no. 2290. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)


Seorang ayah telah lelah memberi nafkah bagi anak-anaknya sehingga mereka dapat bersekolah di sekolah Islam yang mengajarkan Al Qur’an dan Hadits Nabi. Seorang ibu telah lelah melahirkan kemudian mendidik anak-anak penuh kasih sayang. Mengajarkan sholat, berpuasa, bersedekah dan amal shalih lainnya.  Anak-anak pun tumbuh menjadi pribadi yang shalih, gemar beribadah, gemar membaca serta menghapal Quran dan berakhlakul karimah. Maka amal shalih yang dlakukan oleh anak-anaknya tersebut mengalirkan pahala yang akan sampai kepada kedua orang tuanya tanpa mengurangi pahala mereka masing-masing.


“Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.”(QS.At Thuur:21)

Imam Ahmad meriwayatkan (10232) dari Abu Hurairoh Radhiyallahu Anhu ia berkata : Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :
 “ Sesungguhnya Allah ‘Azza Wajalla pasti akan mengangkat bagi hamba yang shaleh derajatnya disurga; maka dia bertanya : Wahai Tuhan apa yang menyebabkan aku seperti ini?  Maka Allah menjawab : berkat Istighfar anakmu untukmu.“ Dan dishahihkan oleh Albani dalam “Shahih Aljami’”(1617).


Lihatlah betapa susahnya mendidik anak di zaman sekarang ini. Teknologi  menderas tanpa mampu dibendung. Hanya keimanan yang kokoh yang mampu membentengi anak dari keburukan zaman. Sekolah Islam pun kini semakin mahal, sehingga harus merogoh kocek lumayan dalam terutama bagi keluarga yang pas-pasan. Bagi saya pribadi hal tersebut merupakan perjuangan orang tua demi menuai pahala yang besar menuju surgaNya. Sekiranya anak  ialah investasi yang paling berharga bagi orang tuanya, maka tidaklah rugi ataupun sia-sia menanam modal yang besar demi kebaikan didunia maupun di akhirat kelak.

Imam Ahmad meriwayatkan (22441) Dari Abdullah bin Buraidah dari Bapaknya ia berkata : Aku pernah duduk disisi Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam lalu aku mendengarkan beliau bersabda :
“Dan sesungguhnya Al Qur’an akan menjumpai pemiliknya pada hari kiamat pada saat kuburannya terbelah sebagaimana lelaki yang kurus dan pucat ia mengatakan kepadanya apakah engkau mengenalku ? lalu dia menjawab aku tidak mengenalmu, ia bertanya kembali apakah engkau mengenalku? Ia menjawab aku tidak mengenalmu, lalu ia berkata: aku adalah sahabatmu Al Qur’an yang telah menghilangkan dahagamu pada saat siang hari yang sangat terik, yang telah membuatmu begadang dimalam hari, dan setiap pedagang akan berada dibelakang  perniagaannya dan engkau sekarang pada hari ini dibelakang  semua perniagaan. Lalu diberikanlah kerajaan ditangan kanannya dan keabadian ditangan kirinya, dan disematkan diatas kepalanya mahkota yang megah, dan dipakaikan bagi kedua orang tuanya pakaian yang sama sekali tidak pernah dikenakan oleh penduduk dunia, lalu keduanya berkata : Mengapa kami diberikan pakaian semacam ini ? maka dikatakan kepada keduanya ; semua ini karena anak kalian menjadikan al Qur’an sebagai sahabatnya saat didunia” Syaikh Albani menyebutkannya dalam “As Shohihah ” (2829). 


Menjadikan pendidikan anak sebagai prioritas utama ketimbang kebutuhan sekunder lainnya. Rumah yang bagus, kendaraan yang nyaman atau emas berlian takkan sebanding dengan pahala dari anak-anak yang shalih.


Apalagi anak yang shalih adalah orang yang paling banyak mendoakan kita, yang selalu menunaikan shalat dan tak luput mendoakan kita selepas shalat.

Ada banyak cara mendidik anak menjadi anak yang shalih dan shalihah. Jika kita adalah orang tua yang memiliki waktu luang berlebih maka kita bisa mendidiknya sendiri di rumah. MElalu VCD, DVD, aplikasi juga buku-buku. Tapi jika kita tidak dapat melakukannya sendiri maka kita dapat menitipkan anak kita pada Ustadz/ustadzah yang mumpuni di bidangnya. Sekolah Islam yang mengajarkan Al Qur'an, sunnah dan Akhlakul karimah. InsyaAllah inilah tempat yang tepat untuk menginfakkan harta yang kita miliki. Sedekah yang sesuai dengan sunnah Rasulullah. Meski perlu digarisbawahi, selama biaya tersebut masih dalam batas kewajaran bukan biaya fantastis. Karena menyekolahkan anak di sekolah ISlam bukan demi gengsi melainkan semata-mata karena Allah subhanahu wata'ala. Segala sesuatu bergantung dari niatnya, jika niat kita karena Allah maka insyaAllah akan dimudahkan jalan untuk Allah.

Yuk kita amalkan do'a-do'a berikut :



Doa-doa agar diberi anak-anak yang shalih-shalihah:

Doa Nabi Ibrahim ‘alaihis salam,

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

Robbi hablii minash shoolihiin” [Ya Rabbku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh]”. (QS. Ash Shaffaat: 100).

Doa Nabi Zakariya ‘alaihis salaam,

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

“Robbi hab lii min ladunka dzurriyyatan thoyyibatan, innaka samii’ud du’aa’” [Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa] (QS. Ali Imron: 38).


Doa ‘Ibadurrahman (hamba Allah yang beriman),

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Robbanaa hab lanaa min azwajinaa wa dzurriyatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa” [Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa]. (QS. Al-Furqan: 74)



sumber:
Ringkasan ceramah Bersama keluarga masuk syurga" oleh Ust.Firanda Andirja hafizhahullah ta'ala.
https://islamqa.info/id/180860
https://rumaysho.com/12012-bagaimana-mencetak-anak-shalih.html

2015-12-30

Dua Resolusi Remedial

Di setiap penghujung tahun, orang beramai-ramai membuat resolusi tahunannya. Blogger menuliskannya di blog masing-masing. Facebooker menulisnya di status mereka. Sebenarnya saya bukan orang yang seperti itu, gemar menulis resolusi tahunan. Dipikir-pikir resolusi tahunan ini ada perlunya juga. Apalagi jika dilombakan, tahun lalu saya pernah memenagi sebuah lomba status menulis resolusi. Lumayan hadiahnya 250 ribu rupiah. Kali ini saya juga berharap bisa mendapatkan hadiah gamis dari lomba resolusi ini. Ups belum apa-apa sudah ngarep, hehehe.

Dilihat dari judulnya, dua resolusi remedial, kira-kira apa ya maksudnya? Ini karena ada dua resolusi tahun lalu yang belum tercapai sehingga perlu ada kegiatan perbaikan (remedial) di tahun yang akan datang.  Meskipun sudah dibuat resolusi, ya ada saja resolusi yang belum tercapai. Disini saya akan mengulas penyebab dari kegagalan dan kiat-kiat atau jurus apa yang akan digunakan agar resolusi tersebut dapat tercapai pada tahun 2016 nanti.

Pertama, setelah lahirnya buku duet perdana saya bersama Ka Mugniar (pasti tahu ya??) rencananya kami akan menerbitkan buku duet kembali. Tadinya mau bikin semacam tetralogi begitu. Apa dinyana kesibukan saya maupun Ka Niar membuat proyek itu terbengkalai. Kalau dipikir-pikir sedih pastinya. Tapi memang keadaan seperti ini. Dua tahun belakangan ini saya disibukkan dengan mengurus seorang bayi mungil yang kini sudah tumbuh menjadi anak yang lucu dan menggemaskan.  Menjadi seorang Ibu dengan tiga anak ternyata memang merepotkan. Saya tidak memiliki asisten rumah tangga yang dapat berbagi pekerjaan rumah tangga. Suami? Kebanyakan hanya mengurusi hal-hal yang saya tidak bisa kerjakan seperti reparasi mesin air dan sejenisya. Pekerjaan domestik seluruhnya saya kerjakan sendiri. Sehingga sulit bagi saya untuk mengetik naskah calon buku. Sementara saya juga mengajar paruh waktu sebagai guru komputer di sebuah SMK. Nah, berhubung anak ketiga saya ini sudah berusia dua tahun, sudah bisa berjalan dan berbicara, jadi saya bisa memiliki waktu lebih untuk menulis. Contohnya searang ini, saya jadi bisa menulis lagi di blog. Biasanya memang Fiyya saya titipkan ke ibu saya yang kebetulan gemar meminta anak-anak untuk menginap di rumahnya.  Doakan ya, semoga tahun depan saya bersama Ka Niar berhasil menerbitkan buku duet ke-dua kami. Aamiin.

kamar anak-anak


Kedua, seperti yang sudah saya ceritakan tadi, mengurus tiga anak memang bukan perkara mudah.  Memerlukan banyak kesabaran dalam menghadapi ketigaya. Jangan ditanya kehebohan yang ada saat ketiganya berkumpul. Aih .. betapa malunya saya kala ada tamu yang datang berkunjung ke rumah kami yang tidak besar sementara keadaan ruang tamu seperti kapal pecah.  Tamu-tamu yang datang ke rumah saya rata-rata dapat memaklumi keadaan rumah apalagi setelah mereka menyaksikan sendiri kehebohan anak-anak. Pernah suatu hari, saya merasa sangat lelah. Putri saya yang kedua, Nada berebut mainan dengan abangnya tapi tidak diberikan oleh abangnya. Kemudian mereka pun saling melempar mainan dan berteriak. Adiknya yang sedang tidur pun terbangun. Ya ampuunn... saya tidak dapat menahan emosi untuk tidak berteriak kepada mereka. Cerita-cerita sejenis itu beberapa kali  terjadi.  Dalam buku parenting maupun kisah-kisah teladan selalu disebutkan bahwa kunci dalam mendidik anak ialah sabar dan kasih sayang. Karena itulah saya berusaha agar bisa memperbanyak stok sabar dalam mendidik dan membesarkan anak-anak. Dalam sebuah kajian keislaman yang saya ikuti diberitahu tips bersabar yaitu dengan banyak berdzikir kepada Allah. Jika lisan dan hati kita senantiasa berdzikir kepada allah, insyaAllah akan terhindarkan dari kemarahan yang sia-sia. Saat marah kita akan ingat nasehat Rasulullah yaitu jika sedang berdiri agar duduk, jika sedang duduk maka berbaring. Disarankan juga agar melakukan wudhu yang sempurna saat marah. 

Tips lainnya yaitu jika sedang lelah saya memilih untuh berisitirahat saja ketimbang memaksakan diri melakukan pekerjaan rumah. Setelah istirahat tubuh kembali fit maka pikiran menjadi lebih fresh. Begitupun jika anak-anak sedang sibuk dengan dunia mereka, saya memilih beristirahat di kamar namun tetap memasang telinga. Ingiiiin sekali menjadi ibu yang sabar seperti yang kisah teladan yang saya tulis tentang Khadijah radiyallahu’anha dan juga ibunda para ulama lainnya. Ditambah ada hadits yang menyatakan bahwa bagi orang tua yang bersabar dalam mendidik anak maka akan masuk surga. Siapa sih yang gak mau masuk surga?



Imam Muslim meriwayatkan hadits dari Anas bin Malik radhiallahu'anhu   Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :
مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ دَخَلْتُ أَنَا وَهُوَ الْجَنَّةَ كَهَاتَيْنِ
“Barangsiapa yang menanggung nafkah ( mendidik ) dua orang anak perempuan, niscaya aku dan ia masuk surga seperti ini” Rasululloh memberi isyarat dengan kedua jarinya ”(HR.Muslim)

Itulah dua resolusi utama yang sangat ingin kucapai pada tahun 2016. Semoga saja dapat terlaksana dengan baik. Saya doakan juga demikian bagi Uni Novia Syahidah Rais dan para pembaca blog saya :)

Semoga Allah subhanahu wata'ala memberikan keberkahan pada sisa usia kita dan menjadikannya bermanfaat bagi sekitar. Aamiin. 

"Sebaik-baik manusia adalah yang panjang usianya dan baik amalnya. Dan sejelek-jelek manusia adalah yang panjang usianya, namun jelek amalnya" (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Tulisan ini diikutsertakan dalam GiveAway Tinta Perak

http://tintaperak.com/giveaway-tinta-perak/
 
Share