2009-01-26

Segera untuk Kebaikan

Bersegeralah dalam melakukan kebaikan, itulah inti yang kudapat dari menyimak acara Golden Way nya Mario teguh di Metro TV Minggu malam lalu. Tidak perlu menunggu suatu momen khusus dalam melakukan hal-hal baik. Semakin cepat dilakukan maka akan semakin baik hasilnya. Hal ini bersinggungan dengan yang kualami saat ini. Sering aku menimbang-nimbang untuk melakukan hal yang kuanggap baik, karena menurutku saatnya belum pas atau menunggu waktu yang cocok. Ternyata hal itu salah. Kadang, meskipun kita sudah menunggu saat yang dianggap pas, ternyata hasilnya pun tidak sesuai dengan yang diharapkan. Berbagai kemungkinan bisa saja terjadi dengan berjalannya waktu. Mudah-mudahan aku mampu menjadi seseorang yang bersegera dalam kebaikan meskipun berat untuk memulainya. Amin.

2009-01-16

HAPPY WEDDING ANNIVERSARY

HAPPY WEDDING ANNIVERSARY


14 January 2007 - 14 January 2009
(2 years)





Forever Love,

Vina Maysari - Muhammad Ihsan Ghifari
(Syahdu Fauzan Abdillah)

2008-12-20

Being a Mother : 22 Desember

Being a mother for me, is a gift
A beautiful gift from Allah subhanahu wata'ala

Menjadi seorang ibu adalah hadih terindah dan terhebat yang kumiliki dari Allah subhanahu wata'ala
Mengapa? Karena pada saat itu Ia berikan banyak keaguangan dan keistimewaan bagi diriku (dan ibu lainnya). Pahala yang berlipat ganda selepas melahirkan dan tentunya keturunan itu sendiri.

I Imagine, there is someone who caleed me 'mother' who love me very much. 
Give me a poem, flowers, and many nice things for me as gift. 

Aku membayangkan, betapa indah dan mengharukannya saat akan ada seseorang yang memberikan puisi, bunga juga kado manis lainnya.

Someone who really love and adore you, as a mother

Seseorang yang sangat mencintai dan mengagumimu sebagai seorang ibu.
Ketulusan dan pancaran kasih sayang dari bola matanya yang jernih saat berkata, 
" I Love you mom ",  " Aku sayang Bunda "

That's a nice thing. isn't it?

Bagiku menjadi seorang ibu adalah berkah dan juga amanah.
Seorang anak sejak kecil hingga dewasa sudah seharusnya disayang, dimengerti, diperhatikan dan dibimbing. Sabar menghadapi kenakalannya saat kecil, sabar juga menghadapi ulahnya ketika dewasa. Dan semoga saja aku bisa seperti itu. 

Yang kuinginkan adalah dapat menjadi ibu yang baik bagi anak-anakku. Seorang ibu yang disayangi oleh anak-anakku. Dan aku juga berharap akan selalu dapat bersabar dalam membimbing mereka. Amin....

Hasil tes CPNS Depok

Hari ini, 20 Desember adalah hari diumumkannya hasil tes cpns Depok yang lalu. Sedari pagi berusaha tuk donlot dari situsnya langsung, ga berhasil juga. Akhirnya malam ini googling dan donlot dari blog salah satu peserta tes cpns, dan berhasil donlot dengan mudahnya. Namun ternyata, tiada namaku disitu, hiks..... Ternyata oh ternyata tes yang kemarin itu langsung menyaring sesuai dengan jumlah posisi yang ditawarkan. Berbeda dengan CPNS departemen atau BUMN yang menyaring beberapa kali. Yah, pelajaran, lain kali harus lebih berusaha belajar dan kembali membaca buku-buku kuliah. Karena ketika membaca soal-soalnya serasa de javu saat mengisi lembar soal ujian di kampus empat tahun silam, hiks sudah lama sekali ternyata.
Dan ... di daftar tersebut tidak ada nama dirikuh.... Ya sudah lah memang sudah takdirku tidak menjadi PNS, lebih baik menjadi IRT saja dapat gaji yang cukup memadai meski tidak harus keluar ongkos  Cukup mendoakan agar 'bos' (suamikuwh) tetap dapat menggajiku dengan baik tiap bulannya  Amin....

Selamat buat yang lulus tes, semoga bisa menjadi PNS yang baik dan bertanggung jawab.

2008-12-07

Typhoid

Penyakit ini lagi-lagi menyerang kekebalan tubuhku. Setelah sekian tahun tak ada satupun penyakit mampir, eeh malah dia datang disaat-saat genting dalam hidupku. Dua pekan belakangan ini aku memang dilanda kesibukan dan tekanan  (agak hiperbola) dalam proyek yang kukerjakan maupun kondisi pribadiku sendiri. Selain itu aku juga sedang sibuk-sibuknya melamar CPNS sana-sini. Ditambah lagi kondisi cuaca yang memang tidak baik. Hujan sepanjang sore, bahkan kadang sejak siang. Dan aku memaksakan diriku yang memang sudah tidak fit untuk menyelesaikan pekerjaan maupun lamaran-lamaran CPNS itu.  Hingga pada titik akhir aku sudah merasa tidak kuat lagi dan merasa kesakitan yang amat sangat mulai dari perut hingga kepala. Sendi-sendi dan tulangku terasa nyeri. Rasanya aku belum pernah sakit seperti ini lengkapnya. Aku pun memeriksakan diriku ke RS langganan (karena dapat ganti dari kantor suamiku). But, hasil pemeriksaan menyatakan bahwa aku negatif typhoid. Sementara aku yakin sekali bahwa aku ini memang typhoid. Aku sudah sangat tidak bernafsu makan dan merasa tidak kuat lagi. Alhasil dokter memberikan obat-obatan untukku. Obat-obat itu tidak memberi efek apapun pada diriku. Hingga esoknya aku merasa amat kesakitan dan sangat mual. Lalu aku memohon agar aku dibawa ke RS ternama yang baru saja ada di Depok ini. Pelayanan yang diberikan memang sangat baik. Hasilnya typhoidku penuh dengan salmonella dkk. Akupun dirawat inap. Namun dua hari di RS aku tidak merasakan perubahan dari obat-obat yang kukonsumsi. Aku hanya merasa lebih baik dalam jangka waktu 5-10 menit dari pemberian obat, selebihnya aku merasa sakit tak tertahan di perut dan kepalaku. Akupun memutuskan untuk pulang ke rumah setelah 2 hari menginap disana. Sepulangnya ke rumah aku hanya mngonsumsi obat-obat tradisional saja. Seperti pil cacing, ramuan angka dan ramuan lainnya. Alhamdulillah dalam dua hari saja penyakitku berangsur pulih. Rasanya aku sudah menyusahkan bayak orang ketika itu. Termasuk Mamay, muridku dulu di SMK. Dia meskipun bukan siapa-siapa, tapi baik sekali merawatku saat sakit.Dia telaten sekali mengurusku juga rumahku.  Karena tanteku sibuk mengurusi masakan makananku dan juga anakku sayang.  Well, big thanks for you all.  Ada banyak nama yang tak kutulis disini, nama-nama yang telah banyak membantuku disaat susah. Thanks to my best friend Yohana, thanks for accompany me at the hospital. May Allah bless you all. 

2008-10-26

CPNS

Sekian lama aku menolak untuk mengajukan diri menuju bursa cpns akhirnya kulakoni juga semua itu. Alasannya tidak lain adalah karena persyaratannya yang njelimet, bikin aku malas mengurus semua administrasi yang diperlukan mulai dari SKCK, KArtu kuning, surat keterangan kesehatan, dll. Namun atas dorongan berbagai pihak akahirnya aku mencoba mengurus semua kelengkapan itu. Kabarnya, Depok membuka lowongan tahun ini. So, aku pikir tiada salahnya mencoba, apalagi lokasinya kan tidak jauh dari rumah. Perjuanganku dimulai dari melegalisir ijazah dan transkripku pekan lalu. Perlu waktu seminggu untuk mengambilnya (lama bener ya??). Esoknya aku mengurus surat kesehatan ke puskesmas terdekat. Cukup bayar 5000 di loket, surat langsung jadi.  Setelah itu aku menuju ke kelurahan Sukamaju untuk meminta pengantar lurah untuk mengajukan SKCK ke POLRES Depok Namun apa daya, petugas meminta pengantar RT, RW dan juga  SPT Lunas PBB. .Aghh... malas aku mengurus semua itu dengan kondisiku saat ini. Kupikir, aku akan membatakan niatku untuk melamar cpns. Aku pun mengirim sms ke tanteku yang kupanggil mba wati. Sepulangya, tanteku bilang kalau tetangganya yang polisi, Bu Veronica, mau membantu untuk memudahkan urusanku mengurus SKCK sehingga tidak perlu surat pengantar lagi. Hore..... meskipun tidak sesuai prosedur namun tak apalah toh aku sudah berusaha. Keesokannya aku langsung ke POLRES Depok, meski sudah lewat jalan pintas, namun tetap saja aku harus mengisi isian yang banyak sekali. Lucunya ada daftar yang menanyakan biodata orangtua dari suami/istri, yah akupun langsung telpon suamiku, untung saja masih ada pulsa. Jam sebelas, aku sudah bisa menerima SKCK tersebut. Masih luimayan dibandingkan orang lain yang harus menunggu sampai jam lima sore. Cukup bayar seikhlasnya saja disitu. Hffhh perjuanganku berlanjut ke Disnaker Depok untuk mengurus kartu kuning. Mudah, cuma fotokopi KTP sama Ijazah tapi  yang bikin ribet adalah ketika aku harus memfotokopi kartukuning tersebut untuk dilegalisir. Fotokopinya jauh sekali mana harus memutar karena terhalang pagar pembatas jalan. Untung saja, ada dua orang kenalan yang berbaik hati mau memfotokopikannya untukku. Mereka memabawa motor, jadi tidak harus bersusah payah berjalan di tengah teriknya matahari. Alhamdulillah. surat-surat pun beres, tinggal menunggu hasil legalisir ijazah.

Btw, kapan ya pembukaan cpns depok?

  

2008-10-20

Senin, 20 Okt 2008

Hari ini aku menjalani hari yang lumayan sibuk.Mulai jam delapan pagi mengantar suamiku berangkat kerja sampai ke stasiun pondok cina. Dia tidak bawa motor karena mau kubawa ke bengkel motornya. Setelah aku mampir sebentar untuk sarapan dan membeli lauk untuk malam hari di warung nasi dekat stasiun, barulah aku kempus untuk melegalisir ijazah dan transkripku. Hal ini aku lakukan dalam perjuangan menjadi CPNS di Penda Depok (yang kabarnya sebentar lagi akan buka lowongan). Usai mengajukan legalisir yang baru bisa diambil satu pekan ke depan,  aku pun singgah ke bengkel Honda depan BSI. Sudah dua kali aku 'ngebengkel' disini. Aku memilih paket servis nomor satu. Alhasil setelah satu jam menunggu, bunyi mengganggu yang kudengar dari motorku belum juga hilang. Teryata bunyi itu berasal dari kanvas rem yang sudah aus, namun stoknya habis disitu. Dengan sedikit kecewa, akupun beranjak darisana langsung ke SOS Cibubur. Yup, jam 11 siang adalah waktuku untuk mengajar anak-anak disana. Sesampainya aku disana, anak-anak sudah ada yang menungguku. Ya sudah langsung sajalah belajar, soalnya kalau kelamaan bakal ada banyak anak yang menunggu untuk giliran menggunakan komputer. Maklumlah, komputernya hanya enam saja yang bisa digunakan sementara ini. Benar saja, sejak mulai dari jam sebelas anak-anak terus berdatangan berturut-turut hingga aku hampir lupa makan dan sholat. jam setengah dua, aku izin sebentar untuk ishoma. Kegiatan mengajar baru selesai jam empat sore. Lima jam full tanpa henti. Aku pun bergegas pulang karena masih harus 'ngebengkel' untuk mengganti kanvas rem tersebut. pandangan mataku jatuh pada bengkel lumayan besar yang berada di kiri jalanku. Hfffhh ternyata bapak yang menjadi mekaniknya malah mematahkan salah satu onderdilnya sehingga tidak bisa dilepas. Ia menyarankan agar aku membawa motorku ke tukang bubut terlebih dahulu. Dari tukang bubut, ternyata ia baru bisa mem-bubut kalau kepala tempat kanvas rem tersebut dilepas dari motor. Untungnya tak jauh darisitu ada bengkel motor kecil, jadilah aku kesitu. Alhamdulillah bapak-bapaknya baik dan mau membantu. Aku tinggal duduk saja. Ahhh...alhamdulillah berakhir perjuanganku dalam men-servis motor.
Share