2011-05-30

Untuk Perempuan Indonesia, sahabatku, saudariku.

Alhamdulillah, Jum'at, 22 April 2011 Pk.10.00 saya berkesempatan mengikuti sebuah seminar yang sangat bermanfaat bagi diri saya sebagai seorang wanita. Syukur, suami mendorong saya untung datang ke acara ini yang tadinya saya sempat ragu untuk datang, karena dulu saya sudah pernah mengikuti seminar serupa di RS. HGA kira-kira dua tahun lalu.

 

Note ini merupakan resume dari ulasan Seminar Kanker Serviks dan Pemeriksaan Pap Smear yang diadakan Yayasan Kanker Indonesia (YKSI) bertempat di SDIT Rahmaniyah Depok. Disampaikan oleh dr.Elida Yusman.

 

Seperti yang sudah saya katakan, saya sudah pernah mengikuti seminar serupa. Namun saat itu tidak sedikitpun tergerak hati saya untuk mencari info lebih jauh apalagi memeriksakan diri. Namun, setelah menyimak penjelasan dari dr.Elida yang amat detail mengenai Kanker Serviks, ketakutan saya untuk melakukan papsmear segera sirna.

 

dr. Elida menyampaikan materi dengan amat jelas layaknya seorang guru yang sedang menjelaskan kepada murid-muridnya, berharap semua peserta dapat mengerti mengenai penyebab dari kanker serviks, cara kerja, penularan, pencegahan hingga pengobatannya.

 

 

Tahukah Kita?

  • Kanker Serviks menduduki peringkat kedua sebagai penyakit paling mematikan dialami oleh wanita Indonesia setelah kanker payudara.
  • Pada tahun 2002 sedikitnya 20 wanita meninggal setiap harinya akibat kanker serviks. Saat ini 2011 dalam 1 jam sedikitnya 1 wanita meninggal akibat kanker serviks. Kemudian 3-20 tahun mendatang siapa lagi?
  • Tidak adanya gejala awal yang bisa dideteksi oleh seseorang yang telah terinfeksi virus HPV. Bahkan tidak ada rasa sakit saat perdarahan berlangsung.
  • Rasa sakit baru terjadi saat penderita sudah berada di stadium akhir kanker serviks.
  • Belum ada obat bagi kanker serviks

 

 

Apa itu Kanker Serviks?

 

Kanker leher rahim atau kanker Serviks merupakan kanker yang berada di leher rahim.

Serviks sendiri yaitu bagian dari tubuh wanita yang terletak di area bawah pada rahim yang menghubungkan antara rahim dan vagina. Panjang dari Serviks ini adalah 20 cm dan dapat melar selebar 10 cm pada saat seorang wanita hendak melahirkan. disinilah dokter atau bidan biasanya meraba untuk mengetahui pembukaan jalan lahir bagi bayi yang akan dilahirkan. Tempat ini juga menjadi lokasi aktivitas seksual. dokter menjelaskan dengan gambar dan alat peraga sehingga para peserta mengetahui dimana posisi vagina, leher rahim maupun rahim itu sendiri. 

 

Kebanyakan masyarakat kalau sudah mendengar kanker sudah bingung, kalau sudah kena kanker serviks merasa divonis menunggu mati.

 

Apa penyebab Kanker Serviks?

Kanker Serviks bukanlah penyakit keturunan. Kanker serviks disebabkan oleh tipe-tipe tertentu dari HPV. 

 

Jadi mungkinkah kita tidak terinfeksi HPV?

 

Sesungguhnya HPV dapat dilawan dengan sistem kekebalan tubuh manusia. Namun saat kekebalan tubuh menurun yang disebabkan makanan yang tidak sehat (kontaminasi zat-zat yang tidak baik), polusi udara, stress dan banyak faktor lain.

 

Virus itu bernama HPV

Human Ppilloma Virus (HPV) adalah virus yang umum. Ada lebih dari 100 tipe HPV. Dan ada 30 tipe HPV yang menginfeksi daerah kelamin dimana beberapa tipe tersebut bisa berbahaya bahkan menyebabkan kematian. Ada 4 tipe HPV yang biasanya menginfeksi manusia. Yitu tipe 16,18 merupakan penyebab kasus kanker serviks (70%) dan tipe 6,11 merupakan penyebab kasus kutil kelamin (90%)

 

Bagaimana HPV dapat masuk ke dalam organ intim wanita ?

 

Segala aktivitas yang memungkinkan adanya kontak kelamin dengan orang yang terinfeksi  (bukan hanya melalui hubungan seksual). Segala benda yang kontak langsung dengan organ intim wanita misalnya tangan saat membersihkan selepas BAK, pembalut wanita, pakaian dalam, sarung operasi dokter, juga alat kelamin pasangan.Hal ini berarti HPV dapat masuk ke organ intim wanita baik yang sudah menikah ataupun yang belum menikah sepanjang terjadi hal-hal tersebut di atas.

 

 Gejala-gejala (mungkin)  terinfeksi Kanker Serviks

 

1.        Keputihan yang tidak khas

Jika anda mengalami keputihan yang tidak sewajarnya, seperti berbau busuk, gatal, lebih encer, berwarna kuning kehijau-hijauan serta berlangsung terus-menerus, maka anda sebaiknya waspada dan segera periksakan ke dokter.

Ini merupakan gejala yang lazim ditemui pada penderita kanker serviks. Pemeriksaan penting dilakukan untuk mengetahui, karena tidak semua keputihan pertanda adanya kanker.

 

2.        Pendarahan Pasca Senggama

Jika keputihan berlanjut pada pendarahan pasca anda berhubungan intim dengan pasangan, anda sebaiknya waspada karena itu artinya sudah ada perubahan sel di bagian rahim anda.Biasanya pendarahan berlanjut hingga bleeding terus-menerus di luar pasca senggama dan bersifat spontan. Kalau sudah terjadi seperti ini, segera periksakan ke dokter.

Namun tidak semua pendarahan ini merupakan indikasi kanker serviks, karena bisa saja dikarenakan ketidakseimbangan hormone dalam tubuh.

 

3.        Desakan Perut Pada Bagian Bawah

Jika sudah positip terinfeksi  kanker serviks, terjadi perasaan tidak nyaman pada perut. Terjadi desakan perut pada bagian bawah dan berlangsung terus-menerus.

 

Meski sulit diketahui gejala awalnya, namun bukan berarti anda tak bisa mendeteksi sedini mungkin penyakit mematikan ini.  Dengan melakukan pap smear secara rutin setahun sekali, sangat berguna untuk melakukan deteksi awal kanker serviks karena perubahan sel dapat segera terindentifikasi. Karena virus HPV disalurkan melalui hubungan intim, maka sebaiknya wanita yang sudah menikah atau yang pernah melakukan hubungan intim, rutin untuk melakukan pas smear setahun sekali. Tapi ingat, pap smear hanya untuk mendeteksi dini kanker serviks, bukan mencegahnya.

 

Pencegahan Dini

Lalu, apakah kanker serviks bisa dihindari? Kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang bersifat prefentif, dalam arti bisa dicegah sedini mungkin untuk menghindari penyakit mematikan ini.

 

  1. Vaksinasi Kanker Serviks. Idealnya diberikan bagi perempuan yang belum melakukan aktivitas seksual.Sebaiknya, pemberian vaksinasi ini dilakukan sedini mungkin, mulai usia 10 tahun. Mengapa perlu diberikan sejak dini? Karena pada usia muda, respon imun tubuh terhadap virus atau zat asing masih bagus.Secepat mungkin vaksin itu diberikan lebih baik. Minimal usia sepuluh tahun, untuk mencegah sebelum ia melakukan hubungan seksual dan menimbulkan sel-sel tak terkendali yang menjadi penyebab kanker. Walaupun demikian, vaksinasi tetap dapat diberikan bagi mereka yang telah menikah atau telah berhubungan seks. Perlu kita ketahui, vaksin HPV memberikan perlindungan terhadap 4 jenis virus HPV, virus yang menjadi biang kanker serviks atau kutil kelamin. Nah, meskipun telah aktif secara seksual, belum tentu seorang wanita telah terinfeksi keempat virus tersebut. Bisa saja 1, 2, atau 3 jenis saja, atau bahkan tidak sama sekali. Atas dasar inilah mengapa vaksin masih bisa diberikan.
  2. Deteksi dini dengan Pap Smear bagi wanita yang sudah menikah. Melakukan pap smear untuk mendeteksi apakah rahimnya sudah terinfeksi virus HPV atau belum.Jika belum, ya segeralah minta divaksinasi. Biasanya vaksinasi bisa dilakukan hingga usia limapuluh lima tahun atau lebih. Jika sudah terinfeksi, ya segera lakukan pengobatan, sebelum terlambat. Papa Smear boleh dilakukan oleh wanita hamil.

 

Pertanyaannya mengapa penyakit ini terus meningkat (angka kematiannya) dan juga jumlah penderitanya?

  • Dari sekian banyak kasus, sebagian besar terdeteksi setelah mengalami stadium lanjut, sehingga terlambat dan sulit untuk diobati. Tak heran angka kematian akibat penyakit ini pun cukup tinggi.
  • Tidak adanya gejala awal yang bisa dideteksi oleh seseorang yang telah terinfeksi virus HPV, menyebabkan banyak penderita terlambat mengetahui penyakitnya ini.
  • Masa inkubasi virus penyebab kanker serviks ini cukup lama, yaitu dari kondisi pra kanker menjadi kanker bisa membutuhkan waktu hingga 10 tahun lamanya.
  •  Kondisi pra kanker hingga karsinoma in situ (stadium 0) sering tak menunjukkan gejala khusus, karena penyakit ini berada di dalam lapisan epitel dan belum menimbulkan perubahan yang nyata di mulut rahim. Gejala baru bisa terlihat saat penderita sudah mengalami tahap stadium awal hingga stadium lanjut.
  • Tidak banyak wanita tahu akan bahayanya kanker serviks. Tidak banyak wanita tahu bahwa HPV mengancam kehidupan kita. Dan setelah tahu apakah mereka berusaha mencegahnya?

 

Setelah membaca note ini saya berharap kita dapat terus mencari informasi mengenai pencegahan kanker serviks. Saya tidak tahu seberapa penting pemeriksaan bagi anda? Tapi saya merasa sangat penting karena saya ingin hidup sehat lebih lama bersama anak-anak, suami dan keluarga saya. Dan kalaupun saya harus menghadapNya lebih cepat, saya berharap tiak menyusahkan diri saya apalagi keluarga saya dengan tekanan psikologis maupun materi. Dr.Elida mengungkapkan, saat itu beliau merawat ibundanya selama 3 tahun yang divonos kanker serviks stadium lanjut. dimana perdarahan sulit dihentikan dan membutuhkan banyak transfusi darah. Kemudian rasa sakit yang sepertinya tak dapat ditahan sang ibunda kala itu. Saya tak dapat membayangkan bila saya mengalami hal tersebut sementara anak-anak saya belum cukup dewasa untuk bisa mengurus dirinya sendiri. Apalagi hal ini dapat dicegah.

 

Semoga note ini bermanfaat...

 

NB: saya sudah papsmear dan rasanya tidak sakit sama sekali, cuma 2 menit aja.Belum vaksin, tunggu hasil papsmear duluw sambil ngumpulin biayanya.

 

sumber:

1. Seminar Kanker Serviks bersama dr.Elida Yusman, Jum'at, 22 April 2011

2. http://situt08.multiply.com/journal/item/5/Ayo_Kita_Vaksinasi_Kanker_Serviks...._

3. http://drprima.com/kandungan/cegah-kanker-serviks-dengan-pap-smear.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar baik berupa kritik maupun apresiasi baik yang sopan amat saya nantikan, terima kasih telah singgah di blog ini :)

Share