2009-08-27

Afgan – Bukan Cinta Biasa (OST Bukan Cinta Biasa)


Kali ini kusadari
Aku telah jatuh cinta
Dari hatiku terdalam
Sungguh aku cinta padamu

Cintaku bukanlah cinta biasa
Jika kamu yang memiliki
Dan kamu yang temaniku seumur hidupku

Terimalah pengakuanku
Percayalah kepadaku
Semua ini kulakukan
Karena kamu memang untukku

Cinta ku bukan cinta biasa
Jika kamu yang menemani
Dan kamu yang temaniku seumur hidupku
Terimalah pengakuanku

(I love you my Love....)

2009-06-12

Etika menulis di dunia maya

Menulis di blog, seperti yang saat ini saya lakukan, tidaklah se-enteng halnya menulis pada lembaran buku catatan harian (diary). Kalau dulu segala keluh kesah yang ditumpahkan pada sebuah buku merupakan rahasia, bahkan dulu saya mengunci buku diary saya dengan gembok, sekarang berganti statusnya menjadi rahasia umum karena menulis di blog ataupun berbagai tempat di dunia maya itu berarti dapat diakses oleh siapapun dan dimanapun, kecuali kita mengatur aksesnya. Gegar budaya, itulah mungkin yang terjadi pada diri kita saat ini. Ke,ajuan teknologi dan perkembangan budaya merubah kebiasaan kita. Tadinya, hal ini (menulis di blog) adalah hal yang biasa saja buat saya, namun belakangan ini banyak kasus akibat dari menulis di dunia maya.

Contoh yang paling populer adalah kasus yang dialami oleh Ibu Prita. Meskipun disini, bagi saya bukan beliau yang bersalah, namun  itulah akibat dari gegar budaya tersebut. Kemajuan yang terjadi tidak diiringi dengan kebijaksanaan dari diri kita dalam menyikapi sebuah tulisan (meskipun sopan) yang menyinggung diri kita.

Pada saat yang lain saya mendapati kasus seorang siswa yang menghujat gurunya dengan kata-kata kasar di sebuah situs pertemanan yang sedang menjadi buah bibir. Saya akui, kata-kata tersebut demikian kasar dan tak dapat ditoleransi. Meskipun permasalahannya hanya sekedar antipati terhadap guru tersebut dikarenakan hal-hal  di sekolah. Mungkin, dulu kita juga pernah 'tidak suka'terhadap guru tertentu dikarenakan hal-hal tertentu, namun barangkali kata-kata tersebut tidak akan sampai hati keluar dari mulut kita ataupun kalau sempat terucap barangkali yang mendengar hanya teman kita saja. Namun ketika katakata tersebut diposting dan dijadikan status message di sebuah situs pertemanan yang begitu familiar dan dapat diakses oleh siapa saja bahkan oleh guru tersebut. Rasanya, hal itu akan menjadi sangat tidak ketis dan menimbulkan masalah yang runyam. Misalnya bila tulisan itu dibaca oleh siswa lainnya, guru lainnya bahkan oleh pimpinan sekolah ataupun orang tua murid, tentu akan memojokkan bahkan menghina guru tersebut secara personal. Sebagai guru KKPI, ini merupakan teguran bagi saya untuk dapat mengarahkan murid-murid saya untuk dapat meggunakan teknologi pada tempatnya. Lebih dari itu mengajarkan bagaimana etika menulis di dunia maya (di blog, forum maupun website lainnya). Bila, kita ingin sekedar menulis uneg-uneg yang rasanya kurang pantas untuk dipublikasikan, baiknya lakukanlah di blog yang dapat mengatur akses seperti pada multply ini. Saya pun melakukannya. tulisan itu bisa hanya ditujukan kepada sahabat-sahabat terdekat, keluarga atau hanya pada diri sendiri. 

2009-05-26

Hobinya Syahdu

"Ga...jah..." , "eyinci..ci..ci..", "cah du..mam  ci...", itulah kata-kata yang sejak  sebulan lalu syahdu udah bisa omongin. Artinya itu gajah, kelici, syahdu kasih makan kelinci. Sayhdu suka banget sama kelinci. Kalau tiba-tiba syahdu menghilang dri peredaran mata kami, maka dia pasti ada di halaman samping rumah eyangnya, lagi ngeliatin kelinci , kadang juga sambil bawa daun lalu disodorkan ke kelinci. Syahdu juga berani gendong kelinci, dia sepertinya sangat suka dan gemas sama kelinci, Sama kucing juga. Tapi kalau kucing, aku suka membatasi, takut digigit atau dicakar soalnya. Selain Gajah dan kelinci , syahdu juga bisa ngomong "ci cak..cak..cak..".
Meski baru 3 hewan yang bisa disebut namanya sama Syahdu, tapi syahdu sudah hapal semua nama hewan yang ada di gambar. Awalnya 2 bulan lalu, eyangnya membelikan gambar binatang. syahdu suka sekali sama gambar ersebut. Saking sukanya, setiap ada kesempatan dia pasti mengajak kami bermain dengan gambar itu dengan bertanya "ini..? ini ?" Maksudnya "ini apa bunda?" akupun menyebutkan semua hewan yang dia tunjuk di gambar itu. Lucunya, dia bertanya berulang-ulang jadi membosankan bagi aku atau ayahnya atau eyangnya untuk terus menjawab pertanyaan itu. Pernah aku tertidur, lalu dia menampakkan ekspresi kesal dengan mengguncang tubuhku yang ketiduran atau menangis di sampingku. Sekarang, gantian kami yang tanya sama dia, "jerapah mana sayang?" dan dia pun hapal semua nama hewan itu, sampai-sampai kami membelikan lagi gambar yang berlainan. Hebatnya anakku...

Eh, aku dah pernah kasi tau makanan kesukaan Syahdu belum. Nih ya..Syahdu itu suka sama Sate ayam, Soo ayam. Kalau nasi putih tanpa apapun juga dia suka biasanya lauknya telur ceplok atau nugget. Nah kalau buah dia suka banget sama jeruk, mau manis ataupun asam, mandarin ataupun medan, pastinya dia suka. Kalau ngga diumpetin, 1 kg bisa habis sama Syahdu  sendirian!! Setelah itu dia paling suka sama anggur merah dan salak. Baru deh Pir, melon, lengkeng, semangka dan apel. Kalau cemilan dia sukanya agar-agar, ini juga kalau gak diumpetin bakal dihabisin sama Syahdu semuanya. Itulah beberapa makana favorit syahduku sayang...

LAT UAS Genap KKPI dan 3D

To : My beloved students at Cakra Buana

Tak terasa UAS sudah akan tiba, berarti akan selesai pula pelajaran kita di semester ini. Saya harap, materi yang sudah diberikan mampu terserap dengan baik dan dapat diaplikasikan di dunia industri (Kelas 2 magang loh!!!). Latihan ini semoga mampu menjadi pemanasan dalam menghadapi UAS. Dibaca, dikerjakan dengan baik ya....
Attachment: UASGenap_KKPIX_09.doc
Attachment: UAS_genapXIKKPI08-09.doc
Attachment: UAS3d.doc

2009-05-23

Syahdu hari ini

Senangya....
Syahdu udah bisa manggil ayah dan bundanya... meskipun lafalnya belum tepat
dia panggil "yayah...ayah..." dan "da...nda,,nda" hehehehe
Sebelumnya da panggil aku "mamah" dan ayahnya dengan sebutan " bapak, baba" ngikutin adikku raihan manggil bapak sama mama. Trus dia manggil eyang kakung nya juga"Baba" dan eyang utinya dengan "mamah", jadi membingungkan kalo manggil. Tapi dia ngerti kalo ditanya, eyang mana? bunda mana? ayah mana? dia tetep tau. Tapi sekarang dia udah bisa manggil dengan benar... senangnya....

Syahdu juga udah bisa ngomong " beli..li..li", " minta..nta .. nta". Dia paling sering nyebut namanya sendiri " cah...du..." lucu...banget dengernya...ngegemesin...

Syahdu udah punya makanan favorit yaitu nasi putuh dan sate ayam... wueleh-eueleh anak ini kalau liat tukang ste yang mangkal di depan perumahan, pasti teriak-teriak " mau!!!, mau...!!", bikin malu aja deh kalo gak dibeliin, tar disangkainnya,  bundanya pelit..ketauan bokeknya deh.... yah terpaksalah dibelikan juga. Kalau lagi lapar dia bisa abis 5 tusuk sate. Tapi tadi dia cuma makan 2 tusuk aja, udah kenyang makan nasi kali ya....

Ah...syahdu pokoknya permata hati bunda deh....
I love u son...

2009-04-30

Mengatasi kenakalan remaja

Oleh: Sri Jayantini


(whandi.net) Dalam memahami psikologi remaja, dibutuhkan suatu pengertian akan kebutuhan khas mereka yang berhubungan sangat erat dengan cara beradaptasi dengan lingkungan. Tak dapat dipungkiri bahwa sebagai seorang individu yang sedang menapaki masa pencarian diri, remaja banyak dihadapkan pada berbagai masalah psikologis dan sosiologis. Banyak tudingan yang kerap menyudutkan remaja sekarang tak lebih dari sekelompok individu yang hanya menyusahkan saja, karena berbagai masalah berbau negatif kemudian menjadi beban bagi orangtuanya.

Namun, tidak sedikit pula yang menyanjung mereka sebagai kumpulan orang yang penuh prestasi dan mampu menunjukkan sebuah eksistensi. Lepas dari berbagai tudingan positif dan negatif yang saling berlawanan, sesungguhnya remaja tetaplah merupakan potensi manusia yang sangat memerlukan pemahaman.

DUNIA remaja adalah dunia yang penuh warna. Dari sekian untaian pertumbuhan dan perkembangan remaja, masa yang paling sering menjadi perhatian tentu saja adalah ketika masa pubertas itu datang. Pertumbuhan secara jasmani pastilah sangat mudah dilihat ketika terjadi ketidakseimbangan berbagai anggota badan yang seringkali didukung oleh perkembangan secara hormonal. Jenjang pertumbuhan secara jasmani tersebut dapat dipakai sebagai ciri pertumbuhan remaja di tingkat awal yang selanjutnya akan dilanjutkan dengan masa ketika remaja mengalami fase penyesuaian diri antar-pribadi dan lingkungan sosial yang lebih luas. Sejak itulah muncul berbagai kelompok remaja yang disebut dalam berbagai istilah.

Menurut penulis buku psikologi tentang remaja, Andi Mappiare, ketika merasa cocok dengan teman yang telah dikenalnya, seorang remaja akan membentuk berbagai macam komunitas. Salah satunya muncul bentuk ikatan yang disebut sebagai hubungan persahabatan karib. Ikatan dalam hubungan persahabatan seperti ini banyak ditemui atas dasar minat yang sama dan adanya kemiripan satu dengan lainnya.

Walau terkadang ada perselisihan, umumnya tak akan lama karena mereka seolah telah "menyatu" dan akhirnya saling memahami. Secara general, mereka biasanya terdiri dari kelompok yang sama, remaja putri akan sangat dekat dengan remaja putri yang lainnya, demikian sebaliknya. Hubungan seperti ini kemudian dapat menjadi lebih besar sehingga terbentuk suatu kelompok remaja yang anggotanya lebih banyak. Atas dasar kesamaan minat yang ada, kelompok seperti ini dapat diarahkan pada berbagai kegiatan positif karena mereka saling mengerti dan mendukung satu dengan yang lainnya.

Tetapi bagaimana dengan mereka yang akhirnya bersatu atas dasar perasaan kecewa hingga ada semacam tindakan melarikan diri masalah yang ada? Terbentuklah sebuah gangs, terdiri dari kumpulan remaja yang tidak puas sehingga berusaha mencari kebebasan sendiri. Konotasi negatif dari sebuah kata gangs ini berlanjut dengan makin menjadinya tingkah para individu yang sudah sulit dikontrol itu. Mereka kerap menghabiskan waktu dengan menganggur atau malah mengganggu kelompok remaja lainnya. Bahkan yang lebih parah bila mereka benar-benar terperosok pada pergaulan bebas yang penuh kenikmatan sekejap untuk kemudian menghancurkan masa depan mereka.

Kebutuhan Khas
Dalam buku "Psycology of Adolescence", Karl C.Garrison banyak memberikan uraian tentang bagaimana remaja sesungguhnya harus dipahami berdasarkan atas kebutuhan khas yang mereka rasakan. Seorang remaja pada umumnya mempunyai tujuh macam kebutuhan yang menjadi esensi pertumbuhan dari segi psikologis mereka.

Adanya pemenuhan akan kebutuhan khas ini pada akhirnya dapat dijadikan bekal bagi mereka dalam menyelesaikan masalah sosiologis yang harus dihadapi kelak. Setumpuk kebutuhan khas itu diawali dengan adanya kebutuhan akan kasih sayang. Kebutuhan alami yang bertumpu pada keinginan untuk diperhatikan ini selayaknya diberikan oleh orang-orang terdekat mereka. Terutama orang tua yang tentu saja harus lebih mencurahkan kasih sayangnya agar remaja tak salah langkah dalam menentukan arah hidup mereka. Hal kedua yang patut menjadi catatan adalah bahwa remaja sedang mengalami masa yang sungguh berbeda dengan masa kanak-kanak. Ketika masih kanak, proses sosialisasi akan lebih mudah dikontrol orang tua. Kini, setelah terjadi berbagai macam perubahan pada fisik mereka, remaja mempunyai kebutuhan untuk dapat diterima dalam sebuah kelompok dan ikut serta dalam berbagai aktivitas di dalamnya.

Lima kebutuhan khas remaja lainnya dimulai dari adanya keinginan dapat mandiri, berprestasi, mendapat pengakuan dari orang lain atau lingkungannya sebagai wujud memperoleh prestise diri, keinginan untuk dihargai, dan memperoleh falsafah hidup. Semua kebutuhan itu menjadi bagian dari kehidupan masa remaja yang tak dapat disangkal memang penuh ragam cerita. Kebutuhan untuk mendapat kepercayaan agar bisa lebih mandiri merupakan hal yang cukup penting karena mereka kelak harus memutuskan sesuatu atas banyaknya pilihan yang ada. Arah menuju kedewasaan akan diraih dari berbagai pengalaman yang mereka dapatkan dalam keseharian. Remaja butuh agar bisa berprestasi karena untuk mencapai sebuah prestasi itu diperlukan usaha sungguh-sungguh. Karena itulah pula mereka akan mengerti makna sebuah kerja keras dan bagaimana akhirnya mendapat pengakuan dari orang lain. Kebutuhan akan falsafah hidup memberikan gambaran bahwa secara nyata remaja perlu mendapat tuntunan menuju sebuah ketetapan atau kepastian. Remaja perlu diberikan beberapa petunjuk sebagai dasar serta ukuran saat memerlukannya dalam mengambil berbagai keputusan.

Psikologis-Sosiologis
Pemenuhan atas kebutuhan khas remaja itu sesungguhnya mengacu pada pembangunan karakter yang sangat dipengaruhi dua faktor psikologis dan sosiologis. Faktor psikologis akan membawa perkembangan ke arah kesehatan mental remaja sehingga dapat mengambil keputusan dengan kepala dingin. Hubungannya dengan faktor sosiologis tentu saja adalah bagaimana remaja dapat berinteraksi dengan lingkungannya dan berhadapan dengan berbagai peristiwa sosial.

Bila dua hal tersebut telah terbentuk dengan baik, keseimbangan dan kemantapan pribadi remaja akan tercapai. Sehingga remaja dapat lahir menjadi individu yang bahagia, mempunyai hubungan harmonis dengan berbagai pihak, mereka juga akan sangat produktif di masa mudanya. Sebaliknya, bila dua hal tadi tak berjalan seimbang di mana secara psikologis remaja tertekan dan mengalami banyak hambatan, otomatis mereka tidak akan mampu bertahan menghadapi masalah sosial yang lebih tajam. Tak ada hal-hal produktif yang bisa dikerjakan, remaja cenderung akan merusak dirinya saja.

Adanya tujuh macam kebutuhan khas remaja itu secara umum memang ada pada kebanyakan anak muda, tetapi tingkat intensitasnya sangat dipengaruhi oleh latar belakang keluarga masing-masing, faktor sosial, individual, kultural dan religius. Untuk remaja Indonesia, kecenderungan agar mendapat pengakuan sebagai orang yang mampu menjadi dewasa, mendapat perhatian penuh dan kebutuhan akan kasih sayang tampak lebih menonjol dibanding kebutuhan lainnya. Nah, tidak ada langkah lain lagi yang dapat menjadi dasar pemahaman pada remaja kecuali menumbuhkan perhatian juga kasih sayang yang lebih dalam buat mereka.

Tujuh Kebutuhan Khas Remaja
- Dapat curahan kasih sayang.
- Dapat diterima dalam kelompok.
- Keinginan dapat mandiri.
- Bisa berprestasi.
- Dapat pengakuan sebagai prestise.
- Dapat dihargai.
- Memperoleh falsafah hidup.

Pergaulan antar remaja putri

Sering oleh kita terdengar tawuran antara pelajar. Tawuran ini banyak sekali sebab musababnya, entah karena uang, wanita, sampai ejekan teman. Tidak hanya masalah tawuran yang sekarang kerap terjadi antara pelajar tetapi narkoba dan seks bebas pun sedang marak.


Mengapa para pelajar itu begitu sering tawuran, seakan-akan mereka sudah tidak memiliki akal sehat, dan tidak bisa berpikir mana yang berguna dan mana yang tidak ? Mengapa pula para remaja banyak yang terlibat narkoba dan seks bebas ? Apa yang salah dari semua ini ? remaja adalah mereka yang berusia antara 12 - 21 tahun. Remaja akan mengalami periode perkembangan fisik dan psikis sebagai berikut :


• Masa Pra-pubertas (12 - 13 tahun)
• Masa pubertas (14 - 16 tahun)
• Masa akhir pubertas (17 - 18 tahun)
• Dan periode remaja Adolesen (19 - 21 tahun)

Masa pubertas (14 - 16 tahun)
Masa ini disebut juga masa remaja awal, dimana perkembangan fisik mereka begitu menonjol. Remaja sangat cemas akan perkembangan fisiknya, sekaligus bangga bahwa hal itu menunjukkan bahwa ia memang bukan anak-anak lagi. Pada masa ini, emosi remaja menjadi sangat labil akibat dari perkembangan hormon-hormon seksualnya yang begitu pesat. Keinginan seksual juga mulai kuat muncul pada masa ini. Pada remaja wanita ditandai dengan datangnya menstruasi yang pertama, sedangkan pada remaja pris ditandai dengan datangnya mimpi basah yang pertama. Remaja akan merasa bingung dan malu akan hal ini, sehingga orang tua harus mendampinginya serta memberikan pengertian yang baik dan benar tentang seksualitas. Jika hal ini gagal ditangani dengan baik, perkembangan psikis mereka khususnya dalam hal pengenalan diri/gender dan seksualitasnya akan terganggu. Kasus-kasus gay dan lesbi banyak diawali dengan gagalnya perkembangan remaja pada tahap ini.
Di samping itu, remaja mulai mengerti tentang gengsi, penampilan, dan daya tarik seksual. Karena kebingungan mereka ditambah labilnya emosi akibat pengaruh perkembangan seksualitasnya, remaja sukar diselami perasaannya. Kadang mereka bersikap kasar, kadang lembut. Kadang suka melamun, di lain waktu dia begitu ceria. Perasaan sosial remaja di masa ini semakin kuat, dan mereka bergabung dengan kelompok yang disukainya dan membuat peraturan-peraturan dengan pikirannya sendiri.

Masa akhir pubertas (17 - 18 tahun)
Pada masa ini, remaja yang mampu melewati masa sebelumnya dengan baik, akan dapat menerima kodratnya, baik sebagai laki-laki maupun perempuan. Mereka juga bangga karena tubuh mereka dianggap menentukan harga diri mereka. Masa ini berlangsung sangat singkat. Pada remaja putri, masa ini berlangsung lebih singkat daripada remaja pria, sehingga proses kedewasaan remaja putri lebih cepat dicapai dibandingkan remaja pria. Umumnya kematangan fisik dan seksualitas mereka sudah tercapai sepenuhnya. Namun kematangan psikologis belum tercapai sepenuhnya. Kenakalan remaja

Kenakalan remaja biasanya dilakukan oleh remaja-remaja yang gagal dalam menjalani proses-proses perkembangan jiwanya, baik pada saat remaja maupun pada masa kanak-kanaknya. Masa kanak-kanak dan masa remaja berlangsung begitu singkat, dengan perkembangan fisik, psikis, dan emosi yang begitu cepat. Secara psikologis, kenakalan remaja merupakan wujud dari konflik-konflik yang tidak terselesaikan dengan baik pada masa kanak-kanak maupun remaja para pelakunya. Seringkali didapati bahwa ada trauma dalam masa lalunya, perlakuan kasar dan tidak menyenangkan dari lingkungannya, maupun trauma terhadap kondisi lingkungan, seperti kondisi ekonomi yang membuatnya merasa rendah diri, dan sebagainya.

 

Deskripsi Alternatif:
Masa pubertas (14 - 16 tahun)
Masa ini disebut juga masa remaja awal, dimana perkembangan fisik mereka begitu menonjol. Remaja sangat cemas akan perkembangan fisiknya, sekaligus bangga bahwa hal itu menunjukkan bahwa ia memang bukan anak-anak lagi. Pada masa ini, emosi remaja menjadi sangat labil akibat dari perkembangan hormon-hormon seksualnya yang begitu pesat. Keinginan seksual juga mulai kuat muncul pada masa ini. Pada remaja wanita ditandai dengan datangnya menstruasi yang pertama, sedangkan pada remaja pris ditandai dengan datangnya mimpi basah yang pertama. Remaja akan merasa bingung dan malu akan hal ini, sehingga orang tua harus mendampinginya serta memberikan pengertian yang baik dan benar tentang seksualitas. Jika hal ini gagal ditangani dengan baik, perkembangan psikis mereka khususnya dalam hal pengenalan diri/gender dan seksualitasnya akan terganggu. Kasus-kasus gay dan lesbi banyak diawali dengan gagalnya perkembangan remaja pada tahap ini.
Di samping itu, remaja mulai mengerti tentang gengsi, penampilan, dan daya tarik seksual. Karena kebingungan mereka ditambah labilnya emosi akibat pengaruh perkembangan seksualitasnya, remaja sukar diselami perasaannya. Kadang mereka bersikap kasar, kadang lembut. Kadang suka melamun, di lain waktu dia begitu ceria. Perasaan sosial remaja di masa ini semakin kuat, dan mereka bergabung dengan kelompok yang disukainya dan membuat peraturan-peraturan dengan pikirannya sendiri.

 
Masa akhir pubertas (17 - 18 tahun)
Pada masa ini, remaja yang mampu melewati masa sebelumnya dengan baik, akan dapat menerima kodratnya, baik sebagai laki-laki maupun perempuan. Mereka juga bangga karena tubuh mereka dianggap menentukan harga diri mereka. Masa ini berlangsung sangat singkat. Pada remaja putri, masa ini berlangsung lebih singkat daripada remaja pria, sehingga proses kedewasaan remaja putri lebih cepat dicapai dibandingkan remaja pria. Umumnya kematangan fisik dan seksualitas mereka sudah tercapai sepenuhnya. Namun kematangan psikologis belum tercapai sepenuhnya.

Mengatasi kenakalan remaja, berarti menata kembali emosi remaja yang tercabik-cabik itu. Emosi dan perasaan mereka rusak karena merasa ditolak oleh keluarga, orang tua, teman-teman, maupun lingkungannya sejak kecil, dan gagalnya proses perkembangan jiwa remaja tersebut. Trauma-trauma dalam hidupnya harus diselesaikan, konflik-konflik psikologis yang menggantung harus diselesaikan, dan mereka harus diberi lingkungan yang berbeda dari lingkungan sebelumnya. Pertanyaannya : tugas siapa itu semua ? Orang tua-kah ? Sedangkan orang tua sudah terlalu pusing memikirkan masalah pekerjaan dan beban hidup lainnya. Saudaranya-kah ? Mereka juga punya masalah sendiri, bahkan mungkin mereka juga memiliki masalah yang sama. Pemerintah-kah ? Atau siapa ? Tidak gampang untuk menjawabnya. Tetapi, memberikan lingkungan yang baik sejak dini, disertai pemahaman akan perkembangan anak-anak kita dengan baik, akan banyak membantu mengurangi kenakalan remaja. Minimal tidak menambah jumlah kasus yang ada.

 

http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbpelembasono-gdl-publ-2001-lemba-1032-remaja

Share