2013-12-30

Yang terdalam (dari hatiku)

14 Januari 2014 tepat 7 tahun usia pernikahan kita.Selepas ijab qabul itulah hidupku berubah. Hidup baru sebagaimana kuharapkan. Meski kenyataan tak selalu indah seperti impian. Ujian demi ujian telah mendewasakan kita untuk bersikap lebih baik dan bijaksana. Adakalanya kau begitu menyebalkan bagiku, misalnya saat kita sudah berjanji akan ke suatu tempat tapi kamu malah masih asik tertidur. Di lain waktu aku bisa merasa menjadi istri terbahagia di muka bumi ini.Saat kau dengan sabarnya menungguiku di setiap kelahiran anak-anak kita, lalu mengecupku mesra dan mengucapkan terima kasih telah melahirkan bayi-bayi lucu untukmu. Mengucapkan terima kasih setiap kali aku menyediakanmu makanan walau itu bukan masakanku sendiri.

Begitulah kau bang, mampu mengungkapkan rasa sayangmu dengan jelas. Tidak sepertiku yang hanya bisa tersenyum menerima perhatianmu. 

Kedekatanmu dengan anak-anak juga membuatku bahagia. Mereka beruntung memilikimu sebagai ayahnya yang mampu bercerita dan melakukanhal-hal menarik seperti bermain sulap.Inilah yang membuatku tenang dan yakin bahwa hatimu takkan kemana-mana bang. Karena selalu ada mereka yang kau rindukan dan menyambutmu pulang dengan riangnya.

Terima kasih untuk cinta setiamu yang membuatku selalu bersyukur bahwa kaulah jodohku. Semoga kita mampu mewujudkan sakinah dan rahmah sampai nanti, sampai akhir. Aamiin.

(tulisan ini ditujukan untuk mengikuti Giveaway BUKU IJAB KABUL)
Share